BREAKING NEWS
 

MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih Rp 1,7 Triliun pada 2025

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 2 April 2026 07:59 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan kinerja keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit dengan mencatat laba bersih sebesar 101 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1,7 triliun (Asumsi kurs Rp 16.900 per dolar AS).

EBITDA tercatat sebesar 1,264 miliar dolar AS (Rp 21,4 triliun) dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 2,0 kali.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, pada tahun 2025 MedcoEnergi membukukan kinerja yang kuat bagi Perusahaan dan pemegang saham.

Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27 persen, dengan pengembalian sebesar 110 juta dolar AS kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi Minyak & Gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh.

Secara rinci, laba bersih tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 367 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,2 triliun.

Baca juga : Bisnis Makin Solid, Bluebird Catat Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025

Penurunan dipengaruhi oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas.

Meski demikian, EBITDA tetap stabil di level 1,264 miliar dolar AS (Rp 21,4 triliun), di tengah penurunan harga minyak rata-rata sebesar 15 persen dari 78 dolar AS per barel menjadi 67 dolar AS per barel serta penurunan harga gas dari 7,0 dolar AS menjadi 6,8 dolar AS per mmbtu.

Belanja modal dicatat sebesar  437 juta dolar AS (Rp 7,4 triliun) dengan biaya produksi minyak dan gas sebesar 8,6 dolar AS per barel setara minyak (barel setara minyak/boe), sesuai dengan panduan perusahaan.

Adsense

Sementara itu, utang konsolidasi meningkat menjadi 3,646 miliar dolar AS (Rp 61,6 triliun), terutama digunakan untuk pembelian FPSO Marlin Natuna dan pengembangan proyek energi. Likuiditas perusahaan tetap kuat dengan posisi kas sebesar 633 juta dolar AS (Rp 10,7 triliun) pada akhir tahun 2025.

Perseroan juga membagikan dividen sebesar 80 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,35 triliun, setara dengan Rp 53,4 per saham, meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Kinerja Moncer, Medela Potentia Bukukan Laba Rp 398 M Di 2025

Selain itu, MSCI meningkatkan peringkat Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi “AAA” dan Moody's menaikkan peringkat kredit menjadi Ba3.

Dari sisi operasional, produksi minyak dan gas meningkat menjadi 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), didorong produksi dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B serta kinerja Oman Block 60.

Penjualan listrik mencapai 4.371 gigawatt hour (GWh), dengan 25.persen berasal dari energi terbarukan.

Perseroan juga mencatat produksi konsentrat Amman Mineral Internasional sebesar 446.563 metrik ton kering yang mengandung 208,9 juta pon tembaga dan 102,8 ribu emas.

Untuk tahun 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas sebesar 165–170 mboepd serta penjualan listrik sebesar 4.550 GWh.

Baca juga : Volume Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141,37 Triliun Hingga Februari 2026

Belanja modal minyak dan gas diproyeksikan mencapai 415 juta dolar AS (Rp 7,0 triliun) dan ketenagalistrikan sebesar 15 juta dolar AS (Rp 253 miliar).

Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro mengaku puas dengan kinerja tahun 2025.

"Memasuki tahun 2026, kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi Minyak & Gas dan penjualan listrik yang kembali mencatatkan rekor baru bagi Medco.” kata Hilmi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense