RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penjelasan soal inflasi Maret 2026, yang tercatat dengan angka 3,48 persen year on year (yoy). Menurutnya, angka sebesar itu muncul karena ada dampak diskon listrik tahun lalu, yang tidak dihitung atau tidak dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Purbaya bilang, kalau pengaruh kenaikan atau subsidi listrik tahun lalu dikeluarkan, inflasi di bulan Maret itu hanya 2,51 persen. Jadi, masih relatif terkendali.
"Angka inflasi ini sering menimbulkan salah tanggap. Yang 3,48 tadi itu, seolah-olah ekonomi kita kepanasan dan ada masalah di ekonomi kita, karena harganya naik terlalu tinggi. Padahal, itu karena base-nya beda untuk harga listrik. Jadi, masih baik," jelas Purbaya dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca juga : Persik Kalah Telak, Pelatih Soroti 2 Penalti Penentu
"Ini memberikan ruang bagi ekonomi untuk tumbuh lebih ekspansif, tanpa menciptakan tekanan harga secara signifikan," imbuhnya.
Dalam rapat tersebut, Purbaya juga memaparkan lima indikator lain terjaganya kinerja ekonomi Indonesia di tengah gejolak politik global, termasuk konflik terbaru Timur Tengah. Pertama, manufaktur yang ekspansif dengan PMI 50,1 pada Maret 2025. Saat ini, Indonesia berada dalam tren ekspansi 8 bulan bersama 79 persen negara G20 dan ASEAN-6. Kedua, Indonesia mengalami surplus dagang 70 bulan sebesar 1,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026. Impor didominasi komoditas produktif (barang modal dan bahan baku).
Ketiga, cadangan devisa Indonesia berada dalam kondisi memadai dengan angka 151,9 miliar dolar AS pada Februari 2026. Setara 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Keempat, uang beredar (M0) pada Maret pekan ketiga 2026 tumbuh 19,2 persen yoy atau mendekati 20 persen. Kelima, pertumbuhan kredit pada Februari 2026 mencapai 9,4 persen yoy, didorong kredit investasi yang tumbuh tinggi 20,7 persen yoy.
Baca juga : Trump Konfirmasi AS Terlibat Dalam Serangan Israel Ke Iran
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.