Dark/Light Mode

Tumbuh 5,17 Persen, Industri Manufaktur Mesin Utama Ekonomi RI

Rabu, 31 Desember 2025 12:00 WIB
Foto: Aditya Nugroho/RM
Foto: Aditya Nugroho/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah gejolak global, sektor industri manufaktur nasional terus menunjukkan kinerja yang moncer dan menjadi  penggerak utama perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Menperin saat paparan kinerja 2025 di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Dalam kesempatan ini Menperin didampingi Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan jajaran eselon I.

Menurut Menperin, hingga kuartal III-2025, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,17 persen. Capain tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,01 persen.

Bahkan, sektor ini menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 0,96 persen,” kata Menperin.

Baca juga : IKI Desember Capai 51,90, Industri Manufaktur Tetap Ekspansi

Kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan I hingga triwulan III-2025 tercatat sebesar 17,27 persen. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 17,33 persen pada triwulan IV-2025, seiring dengan terus menguatnya aktivitas produksi dan permintaan industri.

Dari sisi perdagangan luar negeri, kata Menperin, kinerja ekspor industri pengolahan nonmigas juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, nilai ekspor IPNM secara kumulatif mencapai 187,82 miliar dolar AS atau setara 80,25 persen dari total ekspor nasional. Nilai tersebut meningkat signifikan sebesar 15,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kontribusi industri manufaktur terhadap capaian ekspor nasional selama ini konsisten mendominasi sehingga berperan penting dalam upaya menjaga kinerja neraca perdagangan Indonesia,” ujar Menperin.

Kinerja tersebut menghasilkan surplus neraca perdagangan IPNM yang juga turut memperkuat stabilitas eksternal perekonomian Indonesia.

Baca juga : Burhanuddin Abdullah: UMKM dan Koperasi Motor Utama Ekonomi Nasional

Dari sisi investasi, realisasi investasi IPNM pada triwulan I–III tahun 2025 mencapai Rp 552,0 triliun atau setara 38,49 persen dari total investasi nasional. Sejalan dengan itu, penyerapan tenaga kerja sektor industri pengolahan nonmigas hingga Agustus 2025 mencapai 20,31 juta orang atau sekitar 13 persen dari total tenaga kerja nasional.

Menurut Menperin, capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang tetap kuat terhadap prospek industri nasional, di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

“Meski aktivitas industri berjalan positif, tingkat utilisasi industri pengolahan nonmigas pada Januari hingga Oktober 2025 masih berada di kisaran 61,2 persen. Ini menandakan masih terbukanya ruang ekspansi yang besar untuk mengoptimalkan kapasitas produksi nasional,” jelasnya.

Optimisme pelaku usaha industri juga tercermin dari indikator kepercayaan dan aktivitas manufaktur. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada November 2025 tercatat sebesar 53,45, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 53,3. Kedua indikator tersebut menunjukkan kondisi ekspansif dan menggambarkan prospek industri yang terus membaik.

Baca juga : Menperin Perkuat Diplomasi Ekonomi Dan Perluas Investasi

Menperin menekankan, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas telah melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan II-2025 dan diproyeksikan terus berada di atas pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2025. Kondisi ini merupakan capaian penting yang untuk pertama kalinya terjadi dalam satu dekade terakhir.

“Dengan IKI yang konsisten ekspansif sepanjang 2025 dan PMI yang terus berada di zona ekspansi sejak Agustus 2025, kami optimistis industri manufaktur akan tetap menjadi penyokong utama perekonomian nasional,” tegasnya.

Dari sisi sektoral, sejumlah subsektor industri pengolahan nonmigas mencatatkan pertumbuhan yang kuat di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Industri Logam Dasar menjadi subsektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 16,04 persen, diikuti Industri Mesin dan Perlengkapan sebesar 9,97 persen, Industri Pengolahan Lainnya serta Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan sebesar 9,55 persen, Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional sebesar 8,24 persen, serta Industri Makanan dan Minuman sebesar 6,23 persen.

Sementara itu, subsektor lainnya seperti Industri Kulit dan Alas Kaki, Industri Barang Logam dan Elektronik, Industri Tekstil dan Pakaian Jadi, Industri Kertas, Percetakan, serta Industri Furnitur tetap menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan di kisaran 1 hingga 5 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.