BREAKING NEWS
 

Bahlil Pastikan Ujicoba Tahap Final

Berlaku 1 Juli 2026, B50 Bakal Tekan Impor BBM

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 8 April 2026 06:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan uji coba Biodiesel 50 (B50) berjalan positif dan siap memasuki tahap final. Implementasi campuran bahan bakar tersebut ditargetkan mulai 1 Juli 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pengujian B50 telah berlangsung hampir enam bulan di berbagai sektor. Mulai dari alat berat, kapal, kereta api hingga truk.

“Sampai hari ini, uji cobanya alhamdulillah cukup baik dan sebentar lagi akan final,” ujar Bahlil dalam keterangan, Selasa (7/4/2026).

Menurut dia, pengembangan biodiesel bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Bayangkan kalau kita tidak ada diversifikasi energi. Kita mau berharap kepada siapa,” tegas Bahlil.

Baca juga : ASN Dipantau Via HP, Yang Ke Cafe Disanksi

Kebijakan ini melanjutkan implementasi B40 yang diklaim mampu menekan impor solar hingga 3,3 juta kiloliter dan menurunkan emisi sebesar 38,88 juta ton karbondioksida.

Kementerian ESDM mencatat, pemanfaatan biodiesel domestik sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 14,2 juta kiloliter atau 105,2 persen dari target 13,5 juta kiloliter.

Komitmen penguatan B50 juga disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam forum bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, Jepang, dengan target implementasi pada 2026 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pengalihan 3,5 juta ton Crude Palm Oil (CPO) untuk mendukung mandatori B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026.

Adsense

“Pengalihan itu dari CPO kita jadikan biofuel. Itu perintah Bapak Presiden,” kata Amran di Makassar, Sulawesi Selatan, seperti dikutip Antara, Selasa (7/4/2026).

Baca juga : PSG Vs Liverpool, Alarm Bahaya Di Paris

Amran menjelaskan, kebijakan tersebut bagian dari pemanfaatan energi berbasis nabati guna memenuhi kebutuhan energi nasional dari sumber domestik secara berkelanjutan.

Menurutnya, Indonesia menguasai sekitar 60 persen pasar CPO dunia, dengan ekspor yang meningkat dari sekitar 26 juta ton menjadi 32 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,5 juta ton akan dialihkan untuk mendukung program B50.

“B50 tercapai tahun ini. Kami kerja sama dengan Menteri ESDM Pak Bahlil. Kami kolaborasi dengan semua pihak,” ucapnya.

Peneliti Universitas Indonesia (UI) Eugenia Mardanugraha menilai, implementasi mandatori B50 perlu diiringi penguatan sektor hulu sawit.

Menurutnya, produktivitas sawit harus ditingkatkan agar mampu mengimbangi kenaikan kebutuhan, baik untuk konsumsi domestik, termasuk biodiesel maupun ekspor.

Baca juga : Kariernya Di MotoGP Meredup, Marquez Disuruh Pensiun Dini

“Tanpa peningkatan produktivitas, tekanan terhadap pasokan CPO akan makin besar dan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan global,” kata Eugenia di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dia menekankan pentingnya perbaikan fundamental di sektor hulu, seperti peremajaan kebun, peningkatan kualitas bibit, serta praktik budidaya yang lebih efisien.

Dengan demikian, peningkatan permintaan akibat kebijakan energi dapat diimbangi oleh kenaikan produksi, sehingga ketahanan energi dan stabilitas industri sawit dapat berjalan secara seimbang dan berkelanjutan.

Eugenia juga mengingatkan potensi persaingan alokasi CPO antara kebutuhan ekspor dan domestik. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 8 April 2026 dengan judul "Bahlil Pastikan Ujicoba Tahap Final Berlaku 1 Juli 2026, B50 Bakal Tekan Impor BBM"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense