Dark/Light Mode

Pastikan Harga BBM Subsidi Nggak Naik Hingga Akhir Tahun

Purbaya Tenangkan Rakyat

Selasa, 7 April 2026 07:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026). (Foto: Tedy Kroen/rm.id)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026). (Foto: Tedy Kroen/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Purbaya bikin tenang rakyat. 

Kabar baik tersebut disampaikan Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026). Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan perhitungan matang pemerintah dalam menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah tekanan global. 

Awalnya, Purbaya memaparkan kon disi APBN yang tetap terjaga meski dibayangi dinamika geopolitik dan lonjakan harga minyak mentah dunia. Ia mengatakan, ketahanan fiskal juga didukung bantalan anggaran yang dimiliki pemerintah, salah satunya Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang kini mencapai Rp 420 triliun. 

Baca juga : Bun Joi Phiau: Alarm Keras Kegagalan Pengelolaan Sampah

“Kalau ada orang yang bilang Purbaya tidak punya uang, Menteri Keuangan tidak punya uang, kita dari desain anggaran saja masih di bawah tiga persen. Selain itu, saya masih punya SAL,” ung kap Purbaya. 

Dengan adanya bantalan tersebut, Purbaya mengatakan, Pemerintah masih memiliki ruang untuk merespons jika terjadi lonjakan harga minyak di atas asumsi. Bahkan dalam kondisi ekstrem, APBN masih dinilai mampu menahan tekanan.

“Kalau harga minyak naik tinggi sekali, misalnya tidak terkendali, dari situ kita masih aman, Bapak-bapak, Ibu-ibu. Tentu saya akan ke Komisi XI untuk meminta izin bagaimana mengelola anggaran SAL itu untuk menjaga sustainabilitas, bukan APBN,” ujarnya. 

Baca juga : Rani Mauliani: Percepat Pengelolaan Sampah Secara Modern

Pada saat konferensi soal kebijakan transportasi dan BBM di Kantor Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026) sore, Purbaya kembali menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi, meskipun harga minyak dunia terus meroket akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS). 

Purbaya mengatakan, Pemerintah telah melakukan berbagai simulasi, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia berada di level 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun. 

Dalam hitungannya, keuangan pemerintah masih cukup untuk menahan kenaikan harga BBM subsidi. Ia juga memastikan, dengan seluruh perhitungan tersebut, Pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan harga BBM bersubsidi. “Subsidi terhadap BBM bersubsidi itu akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun. Jadi kita sudah exercise,” ujarnya. 

Baca juga : Legislator Usul Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar

Purbaya menilai, peluang harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lama relatif kecil, dengan mempertimbangkan dinamika politik global. 

“Harga minyak di atas 100 dolar AS per barel dalam waktu lama sangat kecil,” ungkapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.