BREAKING NEWS
 

Bayer Tancap Gas Menuju 2030, Andalkan Inovasi Dan AI Dongkrak Pertumbuhan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 11 April 2026 19:18 WIB
Stefan Oelrich, Anggota Dewan Manajemen Bayer AG dan Presiden Divisi Farmasi memaparkan fokus berkelanjutan pada prioritas sains dan bisnis menjadi penggerak utama bagi target pertumbuhan perusahaan menuju tahun 2030. Foto: Dok Bayer AG

RM.id  Rakyat Merdeka - Bayer menegaskan komitmennya untuk mempercepat pertumbuhan bisnis farmasi hingga 2030 dengan mengandalkan kekuatan inovasi, sains, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Hal ini disampaikan dalam ajang Bayer Pharma Media Day 2026 yang digelar di Berlin, Jerman.

Anggota Dewan Manajemen Bayer AG sekaligus Presiden Divisi Farmasi, Stefan Oelrich, menegaskan fokus perusahaan saat ini adalah menjalankan prioritas strategis berbasis sains secara konsisten.

“Dengan fokus yang tak tergoyahkan pada prioritas strategis dan ketelitian ilmiah, kami mulai melihat hasil dari strategi transformasi yang kami jalankan untuk mendorong pertumbuhan,” ujar Stefan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2026).

Dia menjelaskan, Bayer kini memiliki portofolio farmasi terkuat sepanjang sejarah perusahaan, didukung pipeline multimodal dan model operasional berbasis AI. Dengan fondasi tersebut, Bayer optimistis dapat kembali tumbuh di kisaran menengah satu digit mulai 2027, serta meningkatkan margin hingga mencapai 30 persen pada 2030.

Baca juga : Lab Indonesia 2026 Siap Hadirkan Inovasi dan Kolaborasi Global

Senada, Executive Vice President sekaligus Global Head of Product Strategy and Commercialization Bayer, Christine Roth, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi yang terbaik di kelasnya.

“Keputusan berani yang kami ambil dalam beberapa tahun terakhir, didukung tim yang solid, terbukti mampu mempercepat inovasi dan memberikan dampak nyata bagi pasien,” kata Christine.

Dijelaskannya, strategi revitalisasi pipeline Bayer juga mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat kinerja rekor dengan tiga persetujuan produk baru, dua perluasan indikasi, serta enam hasil positif uji klinis fase III.

Adsense

Untuk diketahui, memasuki 2026, Bayer menargetkan sejumlah tonggak penting, khususnya di bidang pengobatan presisi untuk penyakit kardiovaskular dan onkologi, terapi sel dan gen, hingga pencitraan molekuler.

Baca juga : Menlu Araghchi: Iran Tetap Melawan, Tidak Ada Negosiasi Yang Sedang Berjalan

Di bidang onkologi, Bayer terus mengembangkan terapi berbasis molekul kecil (small molecule) yang dinilai efektif, mudah diakses, serta dapat diproduksi secara global. Perusahaan juga tengah mengembangkan terapi oral untuk kanker dan penyakit imunologi, termasuk yang sebelumnya dianggap sulit ditargetkan obat.

Sementara itu, dalam terapi gen dan sel, Bayer menggabungkan teknologi platform Adeno-Associated Virus dari AskBio dengan kapabilitas globalnya. Upaya ini diarahkan untuk menghadirkan terapi inovatif, baik untuk penyakit langka maupun penyakit umum.

Pada terapi sel, Bayer fokus pada pengembangan pengobatan regeneratif untuk penyakit yang disebabkan oleh kehilangan sel permanen, dengan pendekatan manufaktur yang dapat diskalakan.

Di sisi lain, inovasi juga dilakukan pada bidang pencitraan medis. Bayer mengembangkan teknologi diagnosis yang lebih personal, mulai dari agen kontras dosis rendah hingga sistem yang terintegrasi dan berbasis molekuler, guna meningkatkan akurasi diagnosis dan kualitas perawatan pasien.

Baca juga : Terbit Akhir Maret, Ara Siapkan Jurus Baru Atasi Backlog Perumahan

Tak kalah penting, Bayer menargetkan peningkatan produktivitas riset dan pengembangan (R&D) hingga 40 persen pada 2030 melalui pemanfaatan AI. Integrasi data pasien yang telah dianonimkan dengan platform AI memungkinkan percepatan penemuan obat.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Bayer menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah institusi global, seperti Vanderbilt University Medical Center, FinnGen, dan PRECISE. Kolaborasi ini memanfaatkan data dan analitik berbasis AI guna mempercepat inovasi di berbagai bidang penyakit.

Selain itu, Bayer juga menggandeng Cradle untuk mempercepat proses pengembangan obat dengan teknologi berbasis AI. Dengan strategi menyeluruh yang menggabungkan inovasi, kolaborasi global, dan transformasi digital, Bayer optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri farmasi global sekaligus menghadirkan solusi kesehatan yang berdampak nyata bagi pasien.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense