Dark/Light Mode

Lampaui Target Utama

Pariwisata Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 15 Februari 2026 06:55 WIB
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: kemenpar
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: kemenpar

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor pariwisata sepanjang 2025 mencatatkan kinerja yang melampaui target utama dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, serta kesejahteraan masyarakat. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja menunjukkan arah kebijakan pariwisata berada di jalur yang tepat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, capaian tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan yang ditempuh pemerintah.

“Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan arah kebijakan pariwisata Indonesia berada pada jalur yang tepat,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2/2026).

Istri dari Wisnu Wardhana itu menegaskan, seluruh target utama tercapai bahkan melampaui rencana, dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan citra Indonesia di tingkat global.

Baca juga : Geledah Di Ciputat, KPK Sita 5 Koper Berisi Uang Rp 5 M

Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 2025 yang mencapai 5,11 persen dengan nilai PDB sekitar Rp 23.821 triliun, sektor pariwisata menyumbang kontribusi sebesar 3,97 persen.

Jika memperhitungkan dampak lanjutan ke sektor-sektor terkait, total kontribusinya dapat mencapai 4,80 persen atau setara Rp 9.461,143 triliun.

Pariwisata, lanjut Widiyanti, menggerakkan ekonomi melalui empat lapangan usaha utama, dengan penyediaan akomodasi serta makan dan minum sebagai tulang punggung aktivitas wisata. Pada 2025, lapangan usaha tersebut tumbuh 7,41 persen dan memberikan kontribusi 0,24 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja ini diperkuat tiga lapangan usaha lain yang berkaitan erat dengan pariwisata dan masuk tiga besar pertumbuhan tertinggi, yakni jasa lainnya yang tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,78 persen.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Transportasi Dan Bansos

“Dengan fondasi ini, kami optimistis peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat,” ucap Widiyanti.

Selain sebagai penggerak ekonomi, sektor pariwisata juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar. Sektor ini turut menggerakkan lapangan kerja di bidang pendukung seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), penyelenggara event, kebersihan, keamanan, pemasaran, hingga layanan digital.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik dan Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 sektor pariwisata menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja. Angka ini meningkat 3,64 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 25,01 juta tenaga kerja.

“Angka ini mencerminkan pertumbuhan pariwisata secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan inklusif bagi masyarakat,” kata Widiyanti.

Baca juga : Jadi Tempat Berlabuh Kepala Daerah, Gerindra Happy Banget

Memasuki 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.