BREAKING NEWS
 

Chateraise Investasi Rp1,4 T di Indonesia, Bawa Konsep Farm to Factory

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 13 April 2026 17:21 WIB
Chairman Gobel Group Rachmat Gobel (empat kanan) menghadiri peletakan batu pertama pabrik Chateraise di Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Dok. Chateraise

RM.id  Rakyat Merdeka - Chateraise Gobel Indonesia menanamkan investasi Rp1,4 triliun untuk memperkuat bisnis di Indonesia dengan membangun pabrik kedua di Bekasi, Jawa Barat. Investasi ini sekaligus membawa konsep farm to factory yang mengintegrasikan petani, industri, dan konsumen dalam satu ekosistem.

Hal itu disampaikan Chairman Gobel Group Rachmat Gobel saat peletakan batu pertama pabrik Chateraise di Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Pabrik ini merupakan fasilitas kedua Chateraise di Indonesia setelah sebelumnya dibangun di Bogor pada 2017.

Chateraise Gobel Indonesia merupakan perusahaan patungan antara Chateraise Jepang dan Gobel Group Indonesia. Acara tersebut turut dihadiri Kepala BPJPH Haikal Hasan, CEO Chateraise Jepang Takako Saito, serta Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Yuji Kuruya.

Hadir pula para petani dari Gorontalo serta jajaran pemerintah daerah dari Limboto dan Taluditi. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Pohuwato Iwan S Adam, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Roman Nasaru, Ketua DPRD Bone Bolango Faisal Yunus, serta pejabat dari Kabupaten Boalemo.

“Chateraise memiliki konsep farm to factory. Jadi bukan sekadar membuat kue, tetapi membangun ekosistem terintegrasi antara petani, industri, dan konsumen. Ini pendekatan kemitraan strategis yang mengangkat petani sekaligus melayani konsumen,” ujar Gobel.

Baca juga : Indonesia Tetap Seksi di Tengah Gejolak Global

Menurutnya, petani menjadi bagian penting dalam rantai produksi. Chateraise akan memberikan pendampingan agar hasil pertanian memenuhi standar industri pangan Jepang, mulai dari kualitas nutrisi hingga praktik ramah lingkungan.

Produk yang diserap antara lain kakao, kopi, gula aren, ubi, dan kacang tanah. Bahan baku tersebut akan diolah langsung di pabrik sebagai bagian dari sistem produksi terintegrasi.

Gobel menilai skema ini juga berdampak pada pengentasan kemiskinan, khususnya di Gorontalo yang menjadi salah satu daerah pemasok bahan baku.

Adsense

“Dengan masuknya petani ke dalam ekosistem industri pangan, kesejahteraan mereka bisa meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia akan dijadikan basis produksi untuk ekspor ke pasar Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Baca juga : Minat Investasi Jepang di Indonesia Tetap Tinggi di Tengah Gejolak Global

CEO Chateraise Jepang Takako Saito mengatakan, perusahaan selalu mengedepankan kualitas produk dengan harga terjangkau. Saat ini, Chateraise memiliki 14 pabrik di Jepang dan empat pabrik di luar negeri, yakni di Belanda, Vietnam, dan Indonesia.

“Dengan konsep farm to factory, bahan baku bisa langsung dari petani ke pabrik sehingga asal-usulnya jelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemitraan dengan Gobel Group juga membuka peluang transfer teknologi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Sementara itu, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Yuji Kuruya mengatakan Chateraise memiliki filosofi yang menekankan kesehatan dan penggunaan bahan alami dalam setiap produknya.

“Sejak hadir pada 2017, Chateraise semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Pramono: Penertiban Belakang Grand Indonesia dan Monas Harus Tuntas

Kepala BPJPH Haikal Hasan mengatakan konsep halal memiliki nilai ekonomi global. Selain aspek keagamaan, halal juga berkaitan dengan kesehatan dan standar kualitas produk.

“Di Korea, halal dikenal sebagai double clean. Sementara di Jepang, halal dimaknai sebagai kaizen dengan prinsip 5S, yakni Seiri (ringkas), Seiton (rapi), Seiso (resik), Seiketsu (rawat), dan Shitsuke (rajin),” ujar Haikal.

Pembangunan pabrik ini diharapkan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, memperluas pasar ekspor, serta mendorong keterlibatan petani dalam industri pangan modern.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense