Dark/Light Mode

Kornas Kawan Indonesia Nilai Soeharto Layak Dihargai

Sabtu, 8 November 2025 21:55 WIB
Koordinator Nasional (Kornas) Kawan Indonesia Darmawan. Foto: Dok Kawan Indonesia
Koordinator Nasional (Kornas) Kawan Indonesia Darmawan. Foto: Dok Kawan Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Koordinator Nasional (Kornas) Kawan Indonesia Darmawan menilai pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menolak pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI HM Soeharto perlu disikapi dengan lebih arif dan berimbang.

“Luka masa lalu itu manusiawi, tapi bangsa besar harus mampu berdamai dengan sejarahnya sendiri. Kalau terus diseret ke ruang dendam, kita tidak akan pernah sembuh,” imbau Darmawan kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).

Baca juga : Bawa Bukti Konkret, Indonesia Pimpin Aksi Iklim Dunia di COP30

Darmawan menilai, sikap yang terlalu personal justru berisiko menumbuhkan politik dendam dan menghambat semangat rekonsiliasi nasional yang kini sedang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo sudah memberi contoh nyata bagaimana merangkul semua pihak, bahkan yang dulu berseberangan. Inilah politik kebangsaan yang dewasa,” ujarnya.

Baca juga : Ekonomi Indonesia Tahun Ini Kokoh, APBN Sukses Menjaga Daya Beli Masyarakat

Dia juga mengingatkan, menghargai tokoh masa lalu bukan berarti menutup mata terhadap kesalahan sejarah. Namun, bangsa yang bijak adalah bangsa yang bisa menempatkan jasa dan catatan kelam secara proporsional.

“Kita bisa belajar dari Gus Dur dan almarhum Taufik Kiemas, bagaimana mereka mengajarkan kebesaran hati dalam melihat sejarah. Kritik boleh, tapi jangan menghapus jasa,” tegas Darmawan.

Baca juga : Pemerintahan Shutdown Terlama Dalam Sejarah, Rakyat AS Salahkan Trump

Darmawan menyebut, jasa besar Soeharto dalam pembangunan, stabilitas nasional, hingga ketahanan pangan tak bisa dihapus begitu saja hanya karena perdebatan politik masa lalu.

“Soeharto adalah bagian dari sejarah bangsa ini, baik suka maupun tidak. Memberinya gelar pahlawan nasional bisa menjadi simbol kebesaran Indonesia, bahwa kita mampu mengakui jasa siapa pun tanpa membawa dendam sejarah,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.