BREAKING NEWS
 

Kemenperin Gandeng China Bikin

Transformasi Industri 4.0 Dan Digital Makin Dikebut

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Kamis, 16 April 2026 06:30 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat transformasi sektor manufaktur nasional menuju era industri 4.0. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing di tingkat global melalui integrasi teknologi digital dan penguatan ekosistem inovasi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, komitmen Pemerintah memperkuat industri dalam negeri agar tidak hanya adaptif terhadap perubahan teknologi, juga mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok global.

“Digitalisasi dan penerapan industri 4.0 merupakan kunci mewujudkan sektor manufaktur yang cerdas, berkelanjutan dan tangguh menghadapi dunia global. Serta dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Salah satu langkah strategis yang ditempuh melalui kolaborasi internasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjalin kerja sama dengan Irootech Technology Co. Ltd, serta Machinery Industry Education Development Center (MIEDC) China untuk membangun platform kolaborasi di bidang digitalisasi industri dan kecerdasan buatan.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, perkembangan revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dan memiliki kompetensi teknologi tinggi.

Baca juga : Harga Plastik Naik, Biaya Hidup Ikut Lepas Landas

“Hal inilah yang memacu Kemenperin terus melakukan kolaborasi strategis lintas negara, khususnya dalam pengembangan SDM dan penempatan tenaga kerja di bidang industri 4.0,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja ke China, tim BPSDMI mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi dan industri.

Antara lain Irootech Technology Co. Ltd., Sany Group, Wuhan Vocational College of Software and Engineering, Guangzhou Polytechnic, serta MIEDC.

Adsense

Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadiri Higher Education Institutions Industrial Digitalization and Artificial Intelligence Innovation Conference and Industry-Education Integration Development Summit.

Pada forum tersebut, diluncurkan Aliansi Kerja Sama Internasional untuk Pengembangan Talenta Digitalisasi Industri dan Kecerdasan Buatan, sebagai wadah kolaborasi antara sektor industri, pendidikan dan Pemerintah Indonesia-China.

Baca juga : Mimpi Buruk Barca Berlanjut

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari menjelaskan, aliansi ini bertujuan membangun platform kolaborasi global di bidang digitalisasi industri, memperkuat integrasi pendidikan dan industri, serta mencetak talenta profesional berkualitas.

“Saat ini member aliansi telah berisi pendidikan dan industri di Indonesia dan China. Kami berharap, di masa yang akan datang juga akan lebih banyak pendidikan dan industri yang terlibat aktif dalam mengembangkan aktivitas dalam aliansi,” ungkapnya.

Vice President Irootech Technology Co. Ltd. Ye Fei menyatakan, platform kolaboratif ini diharapkan mampu mengembangkan talenta terampil di bidang digitalisasi industri, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral.

“Kami juga berharap dapat bersama-sama menjajaki penyelenggaraan kompetisi keterampilan vokasi dan pertukaran talenta untuk WorldSkills Competition di bidang industri digital, guna mendorong pengembangan talenta digital industri di Indonesia,” tuturnya.

Kerja sama ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman antara PPPVI Kemenperin dan Irootech Technology Co. Ltd. yang ditandatangani pada 16 September 2025 terkait pengembangan, pelatihan dan penempatan tenaga kerja di bidang digitalisasi industri dan kecerdasan buatan.

Baca juga : Piala Thomas & Uber 2026, Jojo Dan Putri KW Jadi Ujung Tombak

Selain peluncuran aliansi, BPSDMI Kemenperin juga telah menggelar berbagai kegiatan seperti seminar, kunjungan industri, serta pelatihan bagi mahasiswa guna meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja di era industri digital. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 16 April 2026 dengan judul "Kemenperin Gandeng China Bikin, Transformasi Industri 4.0 Dan Digital Makin Dikebut"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense