Dark/Light Mode

Warga Megapolitan Terkena Dampak Konflik Timteng

Harga Plastik Naik, Biaya Hidup Ikut Lepas Landas

Kamis, 16 April 2026 06:25 WIB
Pedagang menjual berbagai jenis produk plastik di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)
Pedagang menjual berbagai jenis produk plastik di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dampak konflik di Timur Tengah (Timteng) mulai dirasakan masyarakat di Kawasan Megapolitan (Jakarta dan sekitarnya). Berbagai jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ikut lepas landas, imbas meroketnya harga plastik.

Hari sudah pagi, meskipun masih gelap, reporter Rakyat Merdeka yang tinggal di Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, melangkahkan sepasang kakinya ke arah sebuah warung Madura yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya, untuk membeli roti sebagai “teman ngopi”. 

Karena sudah cukup akrab dengan reporter Rakyat Merdeka ini, pada Rabu (15/4/2026) pagi itu, sang pemilik warung Madura, Irwan kontan curhat mengenai kenaikan harga berbagai barang kebutuhan pokok. 

“Maaf, banyak yang harganya naik, Cak,” kata pria yang sehari-sehari mengenakan sarung dan kaos tanpa kerah (T-shirt), kepada reporter Rakyat Merdeka yang merupakan langganannya. 

Baca juga : Mimpi Buruk Barca Berlanjut

Salah satu cerita Irwan, harga kantong plastik (kresek) di warungnya, kini Rp 11 ribu per kilogram (Kg). Sebelumnya, dia menjual kresek dengan harga Rp 8.500 per Kg. Yang artinya, naik Rp 2.500 per Kg. 

Irwan mengaku terpaksa menaikkan harga kresek Rp 2.500 per kg, meskipun tak enak hati kepada para pelanggan yang sudah akrab dengannya. 

“Harga dari agen plastik pun naik sebesar itu, Cak,” katanya, setelah menyeruput kopi hitam dari sebuah cangkir putih bergambar bunga merah di hadapannya. 

Para pembeli kantong plastik ini, biasanya langganan Irwan yang merupakan pedagang makanan. Seperti penjual nasi uduk, gorengan, kue basah, bakso, bubur ayam dan sebagainya. 

Baca juga : Piala Thomas & Uber 2026, Jojo Dan Putri KW Jadi Ujung Tombak

Kenaikan harga kantong plastik ini, terjadi seiring melonjaknya harga minyak dunia, akibat konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan. Mengingat, plastik umumnya terbuat dari bahan bakar fosil, yakni minyak bumi. 

Jadi, minyak bumi bukan hanya untuk membuat bahan bakar minyak (BBM) motor, mobil, kereta, kapal laut dan pesawat. Minyak bumi juga merupakan bahan baku untuk membuat plastik yang digunakan sebagai kemasan berbagai barang kebutuhan pokok. 

Jika dideskripsikan secara sederhana, melalui proses di industri petrokimia, minyak bumi diolah menjadi resin polimer (biji plastik). Selanjutnya, biji plastik dibentuk menjadi berbagai produk, antara lain kantong plastik yang kerap disebut kresek oleh masyarakat kebanyakan. 

Namun, kenaikan harga ini bersifat kompleks. Bukan hanya menyangkut kantong kresek. Karena, sekarang banyak banget barang kebutuhan pokok yang dikemas dalam bungkus plastik, harganya ikutan naik atau berpotensi naik, seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan. 

Baca juga : Israel-Lebanon Duduk Satu Meja Usai 43 Tahun Musuhan

Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok itu, menimbul kan efek domino. Misalnya berimbas kepada harga makanan jadi atau siap santap, seperti bubur ayam di sebuah warung tenda pinggir jalan, tak jauh dari warung Madura tersebut. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.