BREAKING NEWS
 

Kokola dan LPEI Perkuat Ekspor FMCG Indonesia ke Pasar Global

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : MUHAMAD FIKY
Jumat, 17 April 2026 13:05 WIB
Kunjungan Kerja Media 2026: Kemenkeu Dukung Sektor Padat Karya Dukung Pertumbuhan Ekonomi, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). Foto: Hendrawan KW/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), produsen fast moving consumer goods (FMCG) berupa biskuit dan wafer asal Indonesia, menjalin kolaborasi strategis dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank guna memperkuat pertumbuhan ekspor dan meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah persaingan global.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong penetrasi produk FMCG Indonesia ke pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kompetitif di industri global.

Saat ini, Kokola telah mengekspor produknya ke lebih dari 55 negara, dengan pasar utama antara lain Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Perusahaan juga bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra supermarket di berbagai penjuru dunia.

Pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan produk Indonesia dalam memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus tetap kompetitif dari sisi harga di pasar global.

Dalam operasionalnya, Kokola mengedepankan prinsip quality, cost, delivery, dan service sebagai fondasi pertumbuhan. Kualitas menjadi prasyarat utama untuk memasuki pasar global, sementara efektivitas dan efisiensi biaya menjadi kunci memenangkan persaingan serta menjaga keberlanjutan bisnis.

Baca juga : Pemprov Jambi dan APHI Perkuat Kolaborasi, Kembangkan MUK & Cegah Karhutla

Direktur PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), Richard Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas sinergi kuat antara pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, khususnya melalui LPEI, dalam mendukung kegiatan usaha perusahaan, terutama di sektor ekspor.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah dari berbagai sisi, mulai dari LPEI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Bea Cukai. Berkat dukungan tersebut, saat ini kami telah berhasil menembus pasar ekspor ke 55 negara,” ujar Richard, pada acara Kunjungan Kerja Media 2026: Kemenkeu Dukung Sektor Padat Karya Dukung Pertumbuhan Ekonomi, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DJPPR Kementerian Keuangan atas berbagai program yang dinilai telah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan.

“Dukungan tersebut memberikan posisi strategis bagi kami untuk mewakili Indonesia dalam mengisi rantai pasok industri makanan global,” tambahnya.

Adsense

Richard menambahkan, kebutuhan akan pembiayaan yang kompetitif menjadi faktor krusial dalam kegiatan ekspor. Dalam hal ini, program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari LPEI berperan penting dalam menyediakan pembiayaan, baik pada awal maupun akhir proses ekspor.

Baca juga : Program Next Goal PSSI-FFF Perkuat Fondasi Sepakbola Putri Indonesia

“Selain itu, adanya fasilitas penjaminan juga memberikan rasa aman bagi kami. Dengan dukungan tersebut, tim ekspor menjadi lebih percaya diri dan tidak ragu untuk memperluas pasar serta menembus pasar global,” katanya.

Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, menjelaskan bahwa PKE merupakan program pemerintah yang dimandatkan kepada LPEI untuk mendorong industri strategis nasional dan usaha kecil menengah (UKM) berdaya saing di pasar global, sekaligus menciptakan dampak pembangunan.

“PT Mega Global Food Industry merupakan salah satu pelaku usaha yang menerima manfaat PKE Trade Finance. LPEI mendukung proses transaksi ekspor melalui fasilitas pembiayaan pre dan post shipment, sehingga eksportir dapat menjaga arus kas perusahaan serta memperoleh modal kerja untuk produksi barang,” ujar Sulaeman.

Hingga 2025, para eksportir telah memanfaatkan fasilitas PKE Trade Finance dengan total limit mencapai Rp3,35 triliun. Adapun realisasi penyaluran sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp7,68 triliun.

Sektor makanan olahan menjadi portofolio terbesar dalam PKE Trade Finance, dengan porsi mencapai 39 persen atau sebanyak 31 debitur.

Baca juga : Resmi dibuka, Lab Indonesia 2026 Hadirkan 900 Inovasi Global

Selain memberikan dukungan finansial bagi pelaku usaha, PKE Trade Finance juga berperan dalam mendorong dampak pembangunan. Sepanjang 2025, penyaluran program ini telah berkontribusi terhadap penciptaan dan/atau penghematan devisa sebesar Rp21,12 triliun.

Sinergi ini menggabungkan kekuatan kapabilitas internal Kokola, meliputi fondasi manufaktur yang kuat, disiplin operasional, serta pengalaman ekspor, dengan dukungan pembiayaan dan fasilitasi ekspor dari LPEI untuk mendorong ekspansi yang lebih agresif dan berkelanjutan.

Keberhasilan Kokola menembus pasar Jepang, salah satu pasar dengan standar regulasi pangan paling ketat di dunia, menjadi bukti bahwa produk FMCG Indonesia mampu bersaing di level global dengan standar tinggi. Produk Kokola telah diterima dan dikonsumsi masyarakat Jepang, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas dan konsistensi produk.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, Kokola juga menjalankan tanggung jawab sosial melalui program Kokola Edu Scholarship yang bertujuan mendukung dunia pendidikan serta menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense