BREAKING NEWS
 

Pemerintah Berusaha Jinakkan Harga Plastik

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 19 April 2026 07:50 WIB
Pedagang produk plastik melayani pembeli di Pasar Pondok Labu, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga plastik dalam negeri terkerek naik akibat tersendatnya pasokan bahan baku. Melihat situasi ini, pemerintah bahu-membahu menjinakkan harga plastik. 

Salah satu langkah ditempuh Kementerian Perindustrian dengan menggelar koordinasi lintas pelaku industri petrokimia. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, pertemuan bertujuan merumuskan langkah mitigasi atas dampak dinamika global terhadap kenaikan harga plastik di dalam negeri.

“Dari hasil pertemuan, kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah,” kata Menperin dalam keterangannya, dikutip Jumat (17/4/2026). 

Baca juga : Eropa Krisis Avtur, AS Krisis Amunisi

Pemerintah juga menegaskan akan terus memantau perkembangan geopolitik global, termasuk situasi di Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu rantai pasok bahan baku petrokimia dan subsektor industri plastik nasional. 

Di sisi lain, pelaku industri berkomitmen menjaga kesinambungan suplai plastik, khususnya bagi industri kecil agar tetap mampu bersaing. Meski begitu, Agus mengakui gejolak geopolitik telah memicu kenaikan harga plastik di dalam negeri. 

“Waktu pengiriman yang sebelumnya rata-rata sekitar 15 hari, saat ini dapat meningkat hingga 50 hari. Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan beban biaya produksi,” ungkap Agus. 

Lebih jauh, Agus menilai, kondisi global ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional, terutama dalam penyediaan bahan baku domestik. 

Baca juga : Justin Adrian Untayana: Premanisme Tak Akan Hilang Tanpa Sikap Tegas

Salah satu opsi yang muncul adalah pengembangan bahan baku alternatif pengganti nafta dari sumber domestik seperti crude palm oil. Meski masih menghadapi tantangan keekonomian, opsi ini dinilai layak untuk terus dieksplorasi. 

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan, gangguan rantai pasokan bahan baku nafta dari kawasan Timteng menjadi penyebab utama kenaikan harga plastik. Guna menekan harga, pemerintah telah membuka keran impor untuk industri plastik dalam negeri supaya mendapatkan pasokan bahan buku alternatif dari negara lain yakni India, Afrika, dan Amerika Serikat (AS). 

Ia mengungkap, proses pengiriman bahan baku pengganti saat ini tengah berlangsung menuju pelabuhan di Indonesia. “Mudah-mudahan plastik juga segera turun karena nanti bisa dampaknya ke yang lain, banyak produk yang dibungkus plastik,” kata Budi. 

Dia melanjutkan, pemerintah juga menjajaki penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebagai substitusi nafta, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara Eurasia untuk mengamankan pasokan. Semua langkah itu dilakukan semata-mata untuk menekan harga plastik yang turut mendorong kenaikan harga komoditas lain, termasuk pangan. 

Baca juga : Abdul Aziz: Premanisme Ganggu Investasi Dan Iklim Usaha

“Ya ada sedikit juga yang naik karena kan imbas dari, mereka kemasannya plastik semua,” ujarnya. 

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) juga bergerak mencari solusi. Dalam waktu dekat ia bakal mengundang sejumlah pengusaha biji plastik untuk menekan lonjakan harga yang disebut bisa mencapai 70 persen. 

“Nanti gimana kira-kira agar ini tidak terlalu (tinggi) kenaikannya,” ujarnya. 

Adsense

Zulhas menilai, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar beralih ke bahan kemasan yang lebih ramah lingkungan, mengingat kekayaan sumber daya hayati yang melimpah. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense