BREAKING NEWS
 

Bangkit Dari Pandemi, Santi Kini Jadi Supplier Buah Program MBG

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 23 April 2026 11:02 WIB
Foto: Bakom RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 sempat memukul usaha restoran milik Santi, warga Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru membuka peluang baru bagi usahanya.

Alih-alih mendirikan dapur MBG, Santi melihat celah lain dengan menjadi pemasok kebutuhan dapur. Ia memilih berperan sebagai supplier buah untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saya awalnya hanya satu dapur. Saya dipercaya untuk setiap hari menyuplai buah-buah lokal,” ujar Santi saat ditemui di Toko Buah Segar Nusantara, kios buah yang ia rintis di Kerten.

Kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dapur membuat usahanya berkembang pesat. Kini, ia mengaku telah menyuplai hampir 30 dapur MBG setiap hari. “Alhamdulillah, sekarang sudah hampir 30 dapur yang kami suplai,” katanya.

Berdayakan Petani Lokal

Dalam menjalankan usahanya, Santi juga menggandeng petani buah lokal dari berbagai daerah. Ia bekerja sama langsung dengan kelompok tani untuk menjaga pasokan tetap stabil.

Baca juga : MBG Gerakkan Ekonomi Mikro, Peternak Telur Rumahan Rasakan Manfaat Nyata

Beberapa komoditas utama yang disuplai antara lain semangka, melon, dan pisang. Untuk semangka, Santi bekerja sama dengan petani di Tuban, sementara pasokan pisang berasal dari Lampung, dan melon dari Ngawi.

“Awalnya kami belajar dulu menyesuaikan dengan kebutuhan dapur,” ujarnya.

Seiring waktu, ia terus meningkatkan kualitas layanan. Misalnya, ketika dapur MBG meminta ukuran jeruk yang lebih kecil agar sesuai dengan wadah makanan (ompreng), Santi langsung menyesuaikan.

“Kami sesuaikan, biasanya isi 10 sampai 12 buah agar pas,” katanya.

Adsense

Hal serupa juga diterapkan pada pasokan pisang, yang disesuaikan ukurannya agar tetap memenuhi standar gizi sekaligus praktis untuk distribusi.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Santi mengaku sempat kesulitan saat harga buah melonjak dan pasokan terbatas, terutama pada periode Ramadan.

Baca juga : Pesanan Sayur Melonjak, MBG Angkat Semangat Petani di Boyolali

“Waktu puasa kemarin, pisang sempat langka. Kami cukup kesulitan,” ujarnya.

Namun, kondisi tersebut justru mendorongnya memperluas jaringan kerja sama dengan lebih banyak petani.

Angkat Ekonomi Warga Sekitar

Usaha yang dirintis Santi kini tidak hanya menghidupi dirinya, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Tercatat sekitar 20 orang telah bekerja di usahanya, mulai dari bagian administrasi, penyortir buah, hingga tenaga distribusi.

“Sebagian besar pekerja adalah tetangga sekitar,” katanya.

Santi juga mengapresiasi Program MBG yang dinilainya berdampak luas, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga petani dan masyarakat kecil. “Terima kasih Pak Prabowo. Program ini sangat membantu, terutama bagi petani dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : Dari Dapur MBG, Santri Yatim Ini Bisa Topang Ekonomi Keluarga

Salah satu pekerja, Heni (51), warga Boyolali, merasakan langsung manfaat tersebut. Ia kini bekerja sebagai penyortir buah setelah sebelumnya menganggur. “Saya janda dengan tiga anak, jadi tulang punggung keluarga. Dulu menganggur, sekarang punya pekerjaan,” kata Heni.

Dengan penghasilan tersebut, ia dapat memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memiliki harapan memperbaiki kondisi rumahnya. “Pengin nyicil memperbaiki rumah,” ujarnya.

Heni berharap Program MBG dapat terus berlanjut karena tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kecil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense