Dark/Light Mode

Program MBG Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja, Jangkau 62,35 Juta Penerima

Kamis, 16 April 2026 19:46 WIB
Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Khairizal Amwar/RM)
Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Khairizal Amwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi (MBG) mencatat capaian signifikan setelah berjalan selama 1 tahun 3 bulan sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, dengan menjangkau puluhan juta penerima manfaat sekaligus menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengatakan, perkembangan program tersebut berlangsung pesat dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

“Alhamdulillah, tanpa terasa sekarang MBG sudah berjalan 1 tahun 3 bulan,” ujar Sony di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca juga : SPPG Ber-SLHS Naik Tajam, Pemerintah Targetkan Rampung Agustus

Ia menjelaskan, hingga saat ini telah terbentuk lebih dari 26 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan data terbaru, jumlah SPPG terverifikasi mencapai 27.066 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Sony, keberadaan SPPG menjadi tulang punggung pelaksanaan program sekaligus wujud nyata pemberdayaan masyarakat. Dari operasional unit tersebut, tercatat sekitar 1,18 juta relawan terlibat aktif.

“Kalau berbicara pemberdayaan masyarakat, wujudnya terlihat dari puluhan ribu SPPG yang semuanya melibatkan masyarakat,” katanya.

Baca juga : Survei Menunjukkan, 65,4% Masyarakat Dukung Program MBG

Dari sisi penerima manfaat, program MBG telah menjangkau 62,35 juta jiwa, terdiri atas 49,64 juta peserta didik dan 12,7 juta masyarakat non-peserta didik.

Selain itu, program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha sebagai pemasok bahan pangan. Hingga kini, sebanyak 116.465 pemasok turut berpartisipasi, meliputi 11.430 koperasi, 1.180 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 48.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sekitar 54.000 pemasok lainnya.

Sony menilai, keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat.

Baca juga : BGN Suspend Ratusan Dapur MBG Di Jawa Dan Timur, Ini Penyebabnya

“Program MBG memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Ke depan, pemerintah berharap pelaksanaan program ini semakin optimal dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, sehingga manfaatnya dapat terus meluas dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.