Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dari Dapur MBG, Santri Yatim Ini Bisa Topang Ekonomi Keluarga
Senin, 20 April 2026 18:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di balik kesibukan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), terungkap kisah perjuangan seorang santri yatim yang kini mampu menopang ekonomi keluarganya. Muhammad Zainuddin Alwi, pemuda asal Bandung Sari, Purwodadi, menjadi salah satu sosok yang merasakan langsung manfaat program tersebut.
Sejak kecil, Alwi tumbuh dalam keterbatasan. Ia kehilangan ayahnya saat masih belia dan menjalani kehidupan sebagai santri di pesantren. Seiring waktu, ia kemudian mengabdi dengan mengajar di pondok tempatnya belajar dulu. Meski hidup di lingkungan pesantren, Alwi tetap berusaha mandiri dan membantu keluarga.
“Latar belakang saya, bisa dibilang kurang mampu. Saya bekerja di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Klodran, dan di sini saya tinggal di pondok pesantren,” ucapnya, seperti Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (20/4/2026).
Keseharian Alwi terbilang padat. Ia mengajar selepas Magrib hingga malam, lalu kembali mengajar setelah Subuh. Pada pagi hari, ia juga mengantar santri-santri berangkat ke sekolah. Rutinitas ini dijalaninya setiap hari.
Baca juga : MBG Buat Pesanan Kios Buah Kecil Naik, Kini Rekrut Pegawai Dan Pekerja Lepas
Kesempatan baru datang pada awal 2025, ketika SPPG Klodran mulai beroperasi. Alwi kemudian meminta izin kepada kiainya untuk mendaftar dan mendapat restu untuk bergabung.
“Di sini saya berperan di divisi persiapan. Persiapan itu tugasnya menyiapkan barang yang mau dimasak oleh pengolahan,” ujarnya.
Pada divisi ini, Alwi terlibat dalam berbagai proses awal pengolahan makanan, mulai dari menyiapkan bahan, memotong, hingga membantu proses memasak sederhana. Pengalaman tersebut menjadi hal baru baginya, mengingat latar belakangnya bukan di bidang kuliner.
“Terus kayak awal pertama saya di sini masih kagok. Masih kurang lancar kalau potong-potong. Sekarang ya alhamdulillah udah agak lancar,” aku Alwi.
Baca juga : Dari Jalanan ke Sawah, Kisah Petani Punk yang Kini Pasok Dapur MBG
Bagi Alwi, kehadiran MBG bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga peluang untuk belajar dan berkembang. Ia kini memiliki keterampilan baru yang dapat menjadi bekal di masa depan. Selain itu, penghasilan yang diperolehnya dari bekerja di dapur MBG dimanfaatkan untuk membantu keluarga.
“Kalau hasil kerja dari sini saya buat nabung untuk nyambut masa depan. Terus sebagian untuk ibu saya, terus adik-adik saya,” kata Alwi.
Lebih dari sekadar tempat bekerja, lingkungan di dapur MBG juga memberikan rasa kebersamaan dan dukungan. “Kalau senangnya di sini itu kayak kekeluargaan. Jadi semua merangkul jadi satu. Terus rukun gitu,” ungkapnya.
Alwi berharap pengalaman yang didapatkannya dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya, termasuk membuka usaha di bidang kuliner. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan melalui program MBG.
Baca juga : MBG Ciptakan Pemberdayaan: Investasi Capai Rp 40 T, Pelaku Usaha Tumbuh
“Terima kasih banyak Pak Prabowo sehingga saya bisa mempunyai penghasilan sendiri. Sehingga bisa meringankan beban orang tua,” ujar Alwi.
Kisah Alwi menjadi gambaran bahwa Program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja, meningkatkan keterampilan, serta membantu memperkuat ekonomi keluarga, khususnya bagi generasi muda di daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya