RM.id Rakyat Merdeka - Peneliti, pengembang kawasan, dan pelaku usaha membagikan berbagai dampak nyata kehadiran Kereta Cepat Whoosh dalam ajang China–Indonesia Friendship Stories Exchange Event yang diselenggarakan di Whoosh Experience Lounge, Stasiun Halim, Selasa (28/4/2026).
Melalui kegiatan ini, berbagai pihak memaparkan bahwa Whoosh tidak hanya menghadirkan konektivitas cepat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta pertumbuhan ekonomi wilayah.
Sebanyak 10 pembicara dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi industri, hingga pelaku usaha, turut berbagi pengalaman dan perspektif terkait dampak Whoosh dari sisi lingkungan, pengembangan kawasan, serta peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Dari sisi akademis, Andyka Kusuma, PhD, peneliti dari Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa kehadiran Whoosh berkontribusi signifikan terhadap efisiensi sistem transportasi. Operasionalnya berpotensi mengurangi emisi hingga sekitar 210 ribu ton CO₂ per tahun atau setara dengan emisi sekitar 45 ribu mobil pribadi, serta menghemat konsumsi bahan bakar hingga 81,8 juta liter per tahun. Selain itu, Whoosh juga membantu menekan potensi kerugian akibat kemacetan yang tanpa kehadirannya bisa mencapai sekitar Rp940 miliar per tahun di koridor Jakarta–Bandung.
Baca juga : Jagara Dorong Advokasi YLBHI Lebih Merata dan Transparan
Dari sisi pengembangan kawasan, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan, menjelaskan bahwa kehadiran Whoosh meningkatkan daya tarik wilayah yang sebelumnya kurang dikenal, seperti Tegalluar yang kini berkembang menjadi kawasan strategis berbasis stasiun. Perubahan ini mendorong mobilitas masyarakat menjadi lebih dinamis, terutama dengan meningkatnya perjalanan harian antara Jakarta dan Bandung.
Seiring perkembangan tersebut, aktivitas ekonomi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal ini terlihat dari meningkatnya kunjungan ke kawasan Summarecon Bandung yang mencapai lebih dari 1,1 juta pengunjung per bulan pada 2026, dengan lebih dari 25 persen berasal dari luar kota.
Sementara itu, General Manager Dusun Bambu, Ari Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran Whoosh turut meningkatkan jumlah kunjungan wisata dan memperluas jangkauan pasar. Integrasi akses dari Stasiun Padalarang mempermudah wisatawan melalui layanan shuttle gratis serta akses masuk tanpa biaya.
Hingga April 2026, tercatat lebih dari 108 ribu penumpang Whoosh telah berkunjung ke Dusun Bambu. Angka ini mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap kemudahan akses yang terintegrasi.
Baca juga : Forsa Dorong Penelusuran Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM
Selain dampak ekonomi dan lingkungan, Whoosh juga mendorong alih pengetahuan dan teknologi yang menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Saat ini, sebanyak 652 SDM Indonesia telah menyelesaikan proses transfer pengetahuan dan memperoleh sertifikasi terkait pengoperasian serta perawatan sarana dan prasarana kereta cepat.
Dari jumlah tersebut, 350 orang bertugas di unit prasarana, 80 di unit sarana, dan 222 di bagian operasional, termasuk 67 masinis yang kini telah mengoperasikan seluruh perjalanan Whoosh.
Proses alih pengetahuan masih terus berjalan. Sebanyak 102 SDM Indonesia saat ini tengah menjalani pelatihan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) untuk selanjutnya ditugaskan dalam pengelolaan serta perawatan kereta cepat.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan sejak mulai beroperasi pada 17 Oktober 2023 hingga kini Whoosh telah mengangkut lebih dari 15 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 ribu merupakan wisatawan mancanegara dari 189 negara.
Baca juga : Johan Rosihan Dorong Swasembada Pangan Perkuat Produksi Dalam Negeri
“Whoosh menghadirkan manfaat yang luas, tidak hanya dalam mempercepat perjalanan, tetapi juga dalam mendorong efisiensi transportasi, pengembangan kawasan, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bagaimana Whoosh telah memberikan dampak nyata dari berbagai perspektif,” ujar Eva.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.