Dark/Light Mode

Proyek Hilirisasi BAI Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja di Mempawah

Selasa, 24 Februari 2026 13:04 WIB
Pabrik smelter alumina di Mempawah (Foto: mind.id)
Pabrik smelter alumina di Mempawah (Foto: mind.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium yang digarap Grup MIND ID melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) membawa dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut tak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi lokal di berbagai sektor penunjang.

Kepala Desa Desa Bukit Batu, Harianto, mengungkapkan bahwa sebelum proyek hilirisasi bauksit berjalan, wilayahnya menghadapi persoalan serius berupa tingginya angka pengangguran, termasuk di kalangan tenaga kerja terdidik. Kehadiran fasilitas BAI, menurutnya, menjadi titik balik bagi perekonomian masyarakat setempat.

Baca juga : Program Desa Emas Kebumen Berdayakan Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja 

“Sebelumnya pertumbuhan ekonomi sempat menurun. Setelah adanya proyek BAI, ekonomi tumbuh pesat. Masyarakat yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan pekerjaan dan merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak proyek terlihat jelas dari besarnya serapan tenaga kerja. Masuknya ribuan pekerja ke wilayah tersebut juga memunculkan efek berganda yang menggerakkan sektor perhotelan, hunian sewa, hingga usaha kuliner.

“Dampaknya tidak hanya di Desa Bukit Batu, tetapi meluas hingga seluruh Kabupaten Mempawah bahkan ke wilayah sekitar. Fasilitas akomodasi berkembang pesat, dan usaha kuliner maupun coffee shop kini semakin ramai karena daya beli masyarakat meningkat,” jelas Harianto.

Baca juga : Ekonom Bank Mandiri Pede Pasar Tenaga Kerja Membaik

Tak hanya itu, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BAI turut berperan dalam pembangunan infrastruktur desa. Sejumlah program meliputi peningkatan kualitas jalan dan drainase, penguatan fasilitas pendidikan, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Manfaat pemberdayaan juga dirasakan sektor pertanian. Pembina Kelompok Wanita Tani Desa Bukit Batu, Asman, menyampaikan bahwa program pendampingan perusahaan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.

Selama tiga tahun terakhir, program tersebut mencakup bantuan penanaman 1.000 bibit jagung, bibit buah seperti jambu kristal dan kelengkeng, serta dukungan pupuk dan pendampingan teknis.

Baca juga : Danantara Garap 20 Proyek Hilirisasi Rp 429 T, Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

Sejumlah produk lokal, seperti madu dan amplang, kini mulai berkembang dan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ke wilayah perbatasan Malaysia. “Alhamdulillah, berkat bantuan yang diberikan, penghasilan keluarga meningkat,” ujarnya.

Asman menambahkan, masyarakat menyambut positif kehadiran perusahaan dan berharap pengembangan industri terus berlanjut dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

“Kami berharap kegiatan perusahaan terus berkembang dan seiring dengan peningkatan produksi agar masyarakat tetap nyaman dan berkembang,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.