BREAKING NEWS
 

13 Proyek Hilirisasi Dimulai Hari Ini, Mulai Kilang Hingga Pengolahan Kelapa

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 29 April 2026 20:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), Menteri Investasi & Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (kedua kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kanan) saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Dengan total nilai investasi mencapai Rp116 triliun.

Proyek hilirisasi fase II ini mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri yang ditujukan untuk menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta mendorong terciptanya peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Bangsa yang mau merdeka, bangsa yang ingin tetap merdeka adalah bangsa yang mampu dan berani menguasai sumber daya bangsa itu. Hilirisasi adalah satu-satunya jalan agar kita bisa lebih makmur," kata Prabowo.

Langkah ini merupakan bagian integral dari Asta Cita dan visi Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian ekonomi nasional berbasis industrialisasi, memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah yang optimal bagi kesejahteraan rakyat.

Berikut rincian Proyek Hilirisasi Fase II:

Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline 

Baca juga : Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap 2, Rosan: Ini Mesin Kemakmuran RI

BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)

Lokasi: Dumai (Riau), Cilacap (Jawa Tengah)

- Pengembangan kapasitas kilang gasoline pada fasilitas eksisting RU II Dumai dan RU IV Cilacap dengan total kapasitas 62.000 barel per hari ini  ditargetkan onstream pada kuartal IV 2030.

- Proyek ini mensubstitusi impor bensin hingga 2 juta KL per tahun atau 9,47 persen gap penawaran-permintaan nasional, mendukung pemenuhan Pertamax Series dari produksi domestik, serta menurunkan impor produk sampingan termasuk propylene dan LPG.

- Proyek ini berkontribusi pada penguatan ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas harga energi, yang pada akhirnya mendukung daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan Tangki Operasional BBM

Baca juga : Ingat Ya, Dilarang Minta Pungutan Kepada Siswa

BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)

Lokasi: Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), Maumere (Nusa Tenggara Timur)

- Pengembangan tiga Terminal BBM di Palaran (37 ribu KL), Biak (46 ribu KL), dan Maumere (70 ribu KL) dengan total tambahan kapasitas 153 ribu KL, meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional sebesar 3,1 persen.

- Dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga dan ditargetkan onstream bertahap pada 2027 (Maumere) dan 2028 (Palaran, Biak).

- Proyek ini memperkuat keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sehingga mendorong pemerataan pembangunan dan memperkecil kesenjangan harga antarwilayah.

Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi DME

Baca juga : Demokrat Sumsel Instruksikan Kader Tingkatkan Kerja Nyata

BUMN Holding: PT Pertamina (Persero), PT Mineral Industri Indonesia (Persero)

Lokasi: Tanjung Enim (Sumatera Selatan)

- Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim, dengan PTBA sebagai operator dan Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker.

- Proyek ini mensubstitusi impor LPG yang saat ini memenuhi 80 persen kebutuhan nasional.

- Selain memberikan efisiensi devisa, proyek ini memperkuat ketahanan energi domestik serta menciptakan peluang kerja baru dalam pengembangan industri hilir berbasis energi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense