Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ibas Ajak Organisasi Kepemudaan Bersatu, Aktif Membangun Bangsa, dan Kreatif
Senin, 2 Maret 2026 21:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Generasi muda harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa sekaligus motor perubahan sosial yang aktif dan kreatif.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menghadiri audiensi bersama organisasi kepemudaan Nasionalis - Islam dalam rangkaian Reses Ramadan Religi, Menguatkan Negeri, di Ponorogo, Sabtu (28/2/2026).
Forum yang mengusung tema "Bersatu, Aktif, dan Kreatif untuk Bangsa ini menghadirkan kader PMII, HMI, GMNI, IMM, IPNU, IPPNU, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, hingga perwakilan BEM kampus Islam.
Ibas yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat menegaskan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak boleh menjadi penghalang persatuan generasi muda.
“Kita boleh berbeda organisasi, berbeda warna, bahkan berbeda cara pandang. Tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu Indonesia yang lebih maju, aman, adil, demokratis, dan sejahtera,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Lebih lanjut Lulusan S3 IPB University ini mengatakan, bonus demografi Indonesia menjadi peluang besar yang hanya dapat berhasil apabila generasi muda mampu mempersiapkan diri dengan karakter kuat, literasi yang baik, serta semangat kolaborasi lintas organisasi.
“Muda adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Jangan sampai bonus demografi justru menjadi masalah jika generasi mudanya tidak siap dan kehilangan arah," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak di tengah era digital yang berkembang sangat cepat.
Baca juga : Riset Vanita Naraya: Perempuan Menjadi Aktor Bukan Korban
Teknologi, menurutnya, harus menjadi sarana peningkatan kapasitas diri, bukan ruang penyebaran informasi negatif maupun konflik sosial.
“Gunakan teknologi untuk belajar, mencari data yang benar, dan membangun gagasan positif. Kepintaran teknologi harus tetap diimbangi moral dan etika,” ujar Ibas.
Menurutnya, negeri runtuh bukan karena musuh besar, tetapi karena anak mudanya kehilangan arah. Karakter adalah benteng bangsa.
Sebagai solusi, Ibas mendorong empat langkah strategis bagi pemuda adalah Pertama, memperkuat literasi digital, politik, dan kebangsaan.
Kedua membangun kolaborasi lintas organisasi. Ketiga mengutamakan aksi nyata, bukan sekadar diskusi. Dan keempat, merawat dialog dan menolak provokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga menawarkan sejumlah program kawalan bersama, antara lain:
• Gerakan Pemuda Kawal Konstitusi, melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan diskusi kampus.
• Ramadan Berbagi, Negeri Peduli, aksi sosial lintas organisasi kepemudaan.
Baca juga : Grab Luncurkan Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan Bagi Mitra Merchant
• Forum rutin pemuda untuk mengawal kebijakan publik dan memberikan rekomendasi tertulis kepada DPR dan MPR.
• Inkubasi ekonomi kreatif kader untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda.
Ibas juga menegaskan pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam tindakan nyata.
“Pancasila bukan slogan, tetapi tindakan. NKRI harga mati bukan teriakan, tetapi komitmen,” ujarnya.
Menutup pertemuan, Ibas mengajak seluruh pemuda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus merawat persatuan.
“Agama memberi cahaya. Kebangsaan memberi arah. Bersatu dalam visi. Aktif dalam aksi. Kreatif dalam solusi. Kita bukan generasi rebahan. Kita generasi pemerusak," pungkasnya.
Dalam sesi dialog terbuka, peserta turut menyampaikan aspirasi dan pertanyaan secara langsung.
Irfan dari IPNU Ngawi menanyakan bagaimana generasi muda dapat menemukan sosok panutan yang tepat agar tidak salah arah dalam menentukan langkah perjuangan.
Baca juga : Lazada Ajak Masyarakat & Pelanggan Waspadai Modus Penipuan Di Momen Ramadan
Menanggapi hal tersebut, Ibas menekankan bahwa tidak ada figur manusia yang sempurna sehingga generasi muda tetap harus menjadikan nilai etika dan adab sebagai fondasi utama.
Aspirasi lain disampaikan Irandi dari IBNU Magetan yang menyoroti peran organisasi kepemudaan dalam mendukung sekaligus menyinergikan kebijakan pemerintah daerah agar mampu melibatkan lebih banyak anak muda lokal.
Menurut Ibas, organisasi kepemudaan perlu terus menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Jangan berkecil hati jika merasa dikotakkan. Terus konsisten melakukan kegiatan yang berdampak. Ketika organisasi hadir memberi manfaat nyata, masyarakat akan melihat sendiri kontribusinya,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut juga mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan mampu menerjemahkan gagasan menjadi aksi konkret di masyarakat.
“Anak muda sering kuat dalam ide dan diskusi, tetapi tantangannya ada pada eksekusi. Kombinasikan gagasan dengan gerakan nyata agar perubahan benar-benar terasa,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan in Anggota DPRD Ponorogo Elvis Wibisono bersama para Ketua Cabang organisasi kepemudaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya