BREAKING NEWS
 

PT Timah Dampingi Kelompok Tuah Bersatu Bangun Ekonomi Desa Pesisir

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 5 Mei 2026 19:43 WIB
Kelompok Tuah Bersatu di Pulau Kundur mengembangkan ekonomi alternatif lewat budidaya kakap, hidroponik, dan peternakan dengan dukungan PT Timah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Desa Sawang Laut, Pulau Kundur, Kepulauan Riau, mulai mengembangkan sumber ekonomi alternatif berbasis potensi lokal.

Melalui Kelompok Tuah Bersatu, warga mengolah lahan pesisir yang sebelumnya terbengkalai menjadi usaha produktif, mulai dari budidaya ikan kakap putih hingga usaha turunan seperti hidroponik, produksi terasi, dan peternakan ayam petelur.

Ketua Kelompok Tuah Bersatu, Amran (46), mengatakan, inisiatif ini lahir dari ketergantungan warga terhadap hasil tangkapan laut yang sangat dipengaruhi musim.

“Dulu kami ini nelayan, habis melaut ya sudah, istirahat. Tidak ada kegiatan lain. Dari situ kami berpikir bagaimana ada tambahan penghasilan,” ungkap Amran.

Kelompok ini mulai merintis budidaya kakap putih sejak 2022 dan aktif berjalan pada 2023. Seiring waktu, usaha berkembang bertahap dengan menyesuaikan kapasitas kelompok.

Baca juga : SAGAVET Siap Dampingi Pemprov DKI Tetapkan Depopulasi Ikan Sapu-Sapu Secara Etis

“Awalnya kakap, lalu berkembang ke hidroponik dan terasi. Sekarang sudah masuk ayam petelur dan bank sampah. Semua bertahap,” kata Amran.

Dari sisi ekonomi, kontribusi usaha mulai dirasakan. Unit peternakan ayam mampu memasarkan sekitar 100 ekor per bulan dengan omzet Rp 10 juta hingga Rp 12 juta.

Sementara itu, unit hidroponik yang dikelola kelompok perempuan menghasilkan sayuran segar seperti pakcoy, selada, dan sawi manis.

Adsense

“Memang belum besar, tapi sangat membantu ekonomi keluarga,” ucap Amran.

Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Warga yang sebelumnya hanya mengandalkan keterampilan melaut kini mulai menguasai teknik budidaya dan manajemen usaha.

Baca juga : Ubah Rob Jadi Peluang, Demak Didorong Jadi Pusat Ekonomi Pesisir

“Kami jadi banyak belajar, kenal dengan Kepala Dinas, dapat ilmu dari ahli. Itu yang paling terasa,” jelasnya.

Dalam pengembangannya, Kelompok Tuah Bersatu mendapat pendampingan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.

Pendampingan mencakup pembukaan lahan, penguatan teknis, hingga pengembangan usaha secara bertahap.

Amran berharap program ini terus berlanjut, khususnya untuk mendukung kemandirian pakan dalam budidaya ikan.

“Harapan kami program ini terus dikembangkan. Kami ingin lebih mandiri dan bisa membantu masyarakat lebih luas lagi,” harapnya.

Baca juga : Peluncuran Kampung Nelayan BSI Warloka Dongkrak Kemandirian Ekonomi Pesisir

Program TJSL ini diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi lokal berbasis potensi desa. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan perusahaan.

Atas komitmen tersebut, PT Timah Tbk meraih penghargaan PROPER Emas dan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense