Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ubah Rob Jadi Peluang, Demak Didorong Jadi Pusat Ekonomi Pesisir
Kamis, 23 April 2026 13:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Fenomena rob di Kabupaten Demak didorong untuk diubah menjadi peluang ekonomi pesisir, bukan sekadar dipandang sebagai bencana.
Wakil Ketua Umum Paguyuban Demak Bintoro Nusantara, Abdullah Taqwim, mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap rob sebagai bagian dari strategi pembangunan wilayah pesisir.
“Hari ini kita tidak sedang berbicara tentang banjir atau kesulitan semata. Kita sedang berbicara tentang masa depan. Tentang bagaimana sebuah daerah pesisir mampu bangkit ketika berani mengubah cara berpikirnya,” ujar Taqwim dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, rob merupakan sinyal penting bagi masa depan pembangunan Demak yang memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi pesisir. Ia mencontohkan negara seperti Belanda yang mampu mengelola air sebagai kekuatan pembangunan.
Baca juga : Asbanda Dorong BPD Naik Kelas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
“Selama ini rob dianggap musibah. Padahal sejarah dunia menunjukkan, wilayah yang mampu mengelola air justru menjadi pusat kemajuan. Air bukan musuh, melainkan sahabat pembangunan,” katanya.
Taqwim menilai Demak memiliki keunggulan strategis di jalur ekonomi nasional, didukung masyarakat pesisir yang tangguh serta sumber daya laut yang melimpah.
“Rob adalah pesan alam bahwa masa depan Demak ada pada ekonomi laut dan ekonomi pesisir modern,” tegasnya.
Ia mendorong pembangunan tidak lagi berfokus pada peninggian daratan semata, tetapi pada penguatan strategi pengelolaan wilayah berbasis air.
Baca juga : TKD Turun, BPD Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah
Sejumlah potensi yang bisa dikembangkan antara lain tambak modern berorientasi ekspor, pelabuhan nelayan produktif, kawasan wisata pesisir, serta penguatan sabuk mangrove yang memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, pembangunan infrastruktur adaptif terhadap kondisi pesisir dinilai menjadi kunci dalam mendukung transformasi tersebut.
“Kita tidak menolak rob. Kita mengelola rob. Kita menjadikan rob sebagai kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk mewujudkan perubahan tersebut.
Baca juga : BPD Didorong Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana
“Jika semua pihak berjalan bersama, maka Demak akan berubah dari daerah terdampak menjadi pusat ekonomi pesisir Indonesia,” tambahnya.
“Demak tidak tenggelam. Demak sedang bangkit,” pungkasnya.
Senada, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Demak, Fahrudin Slamet Bisri, menilai gagasan tersebut sebagai pemikiran strategis yang perlu didukung seluruh elemen masyarakat.
"Pandangan/pemikiran yang luar biasa, mari bersatu untuk kemajuan Demak," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya