RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Paguyuban Warung Madura Abdul Hamied mengecam keras aksi pemukulan dan penganiayaan terhadap pasangan suami istri penjaga warung Madura yang terjadi di kawasan ITC Cempaka Mas.
Dalam pernyataan sikap di Jakarta, Selasa, ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi, terlebih karena turut melibatkan korban perempuan.
“Kami mengutuk keras terjadinya pemukulan dan penganiayaan terhadap penjaga warung Madura tersebut, apalagi terhadap seorang perempuan. Itu adalah perbuatan pengecut,” ujar Abdul Hamied dalam keterangannya, Selasa (5/5/2025).
Baca juga : Sentra Bawang Merah Jawa Timur Panen, Pasokan Nasional Terkendali
Paguyuban juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas pelaku yang dinilai telah melakukan tindakan kriminal serius.
Menurutnya, aksi kekerasan yang disertai perusakan warung tersebut merupakan bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan.
Selain itu, pihaknya mengimbau seluruh penjaga warung Madura di berbagai daerah agar tetap menahan diri menyikapi kejadian tersebut, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindakan serupa dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga : Setuju dengan KPK, PKB: Capres-Cawapres Harus Kader Partai Politik
Paguyuban Warung Madura, lanjut dia, akan terus mengawal proses hukum kasus ini guna memastikan korban mendapatkan keadilan.
“Kami akan terus mengawal kasus ini agar anggota kami yang mengalami penganiayaan mendapat keadilan yang seadil-adilnya,” kata dia.
Peristiwa tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap penjaga warung di lokasi kejadian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.