Dark/Light Mode

SBY Bagikan Pengalaman 10 Tahun Memimpin, Tekankan Pentingnya Karakter

Kamis, 16 April 2026 18:56 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri), Chairman FPCI Dino Patti Djalal (kanan) dan beberapa tokoh lain dalam acara Supermentor 28, di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: Dok. LDU)
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri), Chairman FPCI Dino Patti Djalal (kanan) dan beberapa tokoh lain dalam acara Supermentor 28, di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: Dok. LDU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikan pengalaman selama 10 tahun memimpin Indonesia dalam acara yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dalam acara bertajuk “Supermentor 28” tersebut, SBY menegaskan bahwa Indonesia mungkin bukan negara adidaya. Namun, dalam situasi krisis, Indonesia mampu menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi hukum dan etika internasional.

“Indonesia bukan rival, apalagi superpower. Tapi kita bisa menjadi contoh, menjadi model, bahwa dalam mengatasi masalah luar negeri, kita mematuhi hukum internasional,” ujarnya.

SBY mengungkapkan, Indonesia tidak pernah lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari lonjakan harga minyak dunia, konflik bersenjata di Aceh, ancaman terorisme, utang internasional, embargo militer, hingga bencana tsunami. Namun, sebagai pemimpin, ia memilih untuk tetap optimistis dan belajar dari setiap peristiwa.

Baca juga : Menkum Buka Pra Kongres INI, Tekankan Integritas Notaris

“Sejak dilantik sebagai Presiden, apa pun permasalahan di negeri ini adalah tanggung jawab saya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menyelesaikan persoalan di dalam negeri. Menurutnya, keterlibatan menteri hingga jajaran militer menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Di hadapan mayoritas peserta dari kalangan generasi muda, SBY menyampaikan pesan tegas tentang pentingnya karakter, keberanian, dan tanggung jawab.

“Jadilah men of ideas dan men of action. Bangun karakter kalian menjadi manusia yang tidak mudah menyerah. Jangan takut gagal. Karena setelah itu, pintu sukses akan terbuka,” pesan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Baca juga : Tekan Angka Stunting,Cetak SDM Berkualitas

Pendiri sekaligus Chairman FPCI Dino Patti Djalal bangga pernah menjadi bagian dari pemerintahan SBY. Ia menilai, SBY sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi dan terbuka terhadap masukan.

“Pemimpin yang baik terus berkembang. Merupakan suatu kehormatan untuk berkembang bersama Anda sebagai pribadi, sebagai pembela hak asasi manusia, dan sebagai pembuat kebijakan. Jadi, saya sangat bangga kepada Anda,” ujar Dino.

Di acara yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti konflik di Timur Tengah sebagai persoalan global yang kompleks. Ia menekankan pentingnya menurunkan ego dalam proses negosiasi.

“Dengan menyadari kompleksitas sebuah konflik, apalagi konflik bersenjata yang berkepanjangan, maka diperlukan juru runding yang ulung dan piawai, serta kesabaran untuk mencari jembatan komunikasi yang juga saling mendengarkan,” ujar putra sulung SBY ini.

Baca juga : BRI Umumkan Pengalihan Saham BRI-MI dan PNM-IM Kepada Danantara

Acara ini juga menghadirkan mantan ajudan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Ebrahim Rasool, yang membagikan pengalaman kepemimpinan Mandela. Selain itu, Duta Besar Singapura Chan Heng Chee turut memaparkan refleksi kepemimpinan Lee Kuan Yew.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat. Antara lain Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno, serta Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.