BREAKING NEWS
 

Tingkatkan Produktivitas Sawit, 2nd TKS 2026 Media Perkebunan Didukung BPDP

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 11 Mei 2026 16:34 WIB
Bupati Kobar Hj Nurhdayah didampingi Wakil Ketua GAPKI Kalteng Siswanto, Togu Saragih Ditjenbun, Hendra J Purba Pemimpin Usaha Media Perkebunan, alam diskusi persawitan, di Pangkalan Bun, Minggu (10/5/2026). Foto: GAPKI

 Sebelumnya 
Ketua Panitia Pelaksana TKS 2026, Hendra J. Purba menyampaikan bahwa terkait perluasan 2-5 juta ha sawit dan intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas diperlukan penggunaan bibit yang optimal.

"Di daerah sentra kelapa sawit seperti Kotawaringin Barat, peluang ekstensifikasi sudah tidak ada, sehingga satu-satunya cara adalah dengan intensifikasi dengan titik berat berada di kebun rakyat. Namun, salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah penggunaan benih ilegitim, karenanya di TKS ini kami bawa produsen kecambah," ujar Hendra.

Siswanto selaku Wakil Ketua GAPKI Kalteng menyampaikan bahwa saat ini petani sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

"Tantangan globalisasi dan teknologi merupakan tantangan yang musti kita selaraskan dalam meningkatkan produktivitas di industri kelapa sawit. Kami berterima kasih kepada Media Perkebunan bisa mengadakan kali kedua acara ini semoga bisa mendapatkan manfaat dan masukan yang sangat berharga sebagai acuan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit baik di perusahaan maupun khususnya petani rakyat," ujar Siswanto.

Baca juga : Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj. Nurhidayah yang hadir membuka acara dan memberikan semangat untuk para petani rakyat yang hadir dan mengaku antusias menghadiri acara TKS kedua di Pangkalan Bun.

"Kami dari pihak pemerintah dan petani sawit Kobar menyambut baik acara ini yang membawa banyak masukan apalagi ada pameran penggunaan produk dan banyak informasi yang ditunggu petani kelapa sawit yang menjadi primadona. Diskusi ini akan memberikan akses bicara khususnya untuk petani sawit yang ada di Kobar," ujarnya.

Bupati Nurhidayah menyampaikan, kelapa sawit menjadi penopang ekonomi Kobar dengan hampir 60 persen masyarakat bergantung dengan kelapa sawit sehingga diperlukan suatu upaya untuk pengembangan ekonomi daerah.

Dia juga mempertegas mengenai pengarusutamaan gender (PUG), perlindungan pekerja perempuan, pencegahan pekerja anak, dan upah buruh perkebunan yang layak. Selain seminar dan pameran teknologi, peserta TKS 2026 juga mengikuti field trip atau kunjungan lapangan ke PT Sukses Karya Mandiri (SKM).

Baca juga : BNPP Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Perkuat UMKM Perbatasan

Dalam sesi field trip pada Kamis (30/04/2026), peserta diajak melihat langsung proses pengolahan palm kernel hingga menjadi crude palm kernel oil (CPKO) dan palm kernel expeller (PKE).

M. Faozy Saputra, Asisten Proses Kernel Crushing Plant (KCP), menjelaskan bahwa proses dimulai dari penerimaan bahan baku dengan standar mutu tertentu.

"Palm kernel yang kami terima memiliki standar kadar air 8 persen dan kotoran 8 persen. Setelah itu ditimbang dan disimpan sementara di kernel bunker dengan kapasitas 750 ton sebelum masuk ke proses pengolahan," jelasnya.

Dia menambahkan, sebelum diproses lebih lanjut, kernel akan melalui tahap pemisahan menggunakan magnetik untuk menghilangkan benda asing seperti besi, kawat, maupun batu. Tahap ini penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus melindungi mesin produksi. Selanjutnya, kernel dipanaskan untuk menurunkan kadar moisture dari 8 persen menjadi sekitar 5 persen.

Baca juga : Tingkatkan Literasi Asuransi, Jasindo Jadikan 2026 Tahun Kolaborasi

Setelah itu, dilakukan proses pengepresan dua tahap untuk menghasilkan minyak inti sawit (PKO) dan bungkil (PKE). Selain inovasi di sisi produk, PT SKM juga menunjukkan komitmen kuat terhadap aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah cair sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) menjadi energi terbarukan.

Melalui field trip ini, peserta TKS 2026 mendapatkan gambaran nyata bahwa integrasi antara efisiensi operasional, inovasi teknologi, dan prinsip keberlanjutan bukan sekadar konsep, tetapi sudah dapat diimplementasikan secara konkret di lapangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense