Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BNPP Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Perkuat UMKM Perbatasan
Rabu, 15 April 2026 07:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) meningkatkan daya saing tenun ikat khas Belu melalui pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pelaku usaha mikro di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada 14-15 April 2026.
Kegiatan yang digelar melalui Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) BNPP ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan berbasis potensi lokal.
Pelatihan difokuskan pada penguatan keterampilan teknis, kreativitas, serta pengembangan produk turunan tenun ikat agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.
Asisten Deputi PKPD BNPP, Brigjen Topri Daeng Balaw mengatakan pelatihan yang dilakukan pihaknya merupakan implementasi mandat Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita keenam. Yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Baca juga : WCPP 2026 Di Bali, RI Ajak Dunia Perkuat Sistem Pemasyarakatan
“Kami menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. Harapannya, kemampuan mereka meningkat sehingga menghasilkan produk yang lebih bernilai dan berdaya saing,” kata Topri yang mengaku mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Irjen Edfrie R. Maith, Selasa (14/4/2026).
Topri menjelaskan, materi pelatihan meliputi teknik pewarnaan alami, proses penjemuran benang, pengembangan motif khas Belu, hingga pembuatan produk turunan seperti dompet berbahan tenun.
Melalui penguatan ini, perajin didorong tidak hanya menghasilkan kain, tetapi juga mengembangkan produk kreatif seperti tas, dompet, dan pakaian.
Topri menegaskan, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata. BNPP akan melanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan, termasuk pada aspek pemasaran. Tujuannya agar produk tenun ikat Belu mampu menembus pasar yang lebih luas. Sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Baca juga : Perkuat Daya Saing, KKP Dorong Penerapan Stelina
“Pendampingan akan terus dilakukan hingga produk benar-benar siap bersaing di pasar, termasuk pasar lintas batas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rikw mengapresiasi langkah BNPP yang memanfaatkan pintu perbatasan sebagai pusat pengembangan kapasitas perajin.
Menurut Maria, PLBN tidak hanya berfungsi sebagai simpul layanan lintas negara, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
“PLBN merupakan beranda depan negara. Sesuai arahan BNPP, keberadaannya harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : BNPP Dorong Peran Dai Dalam Pembangunan Perbatasan
Dia berharap penguatan SDM melalui pelatihan ini mampu mengangkat tenun ikat Belu tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi.
“Dengan SDM yang semakin unggul, tenun ikat Belu diharapkan mampu menembus pasar perbatasan hingga Timor Leste,” harap Maria.
Kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah mitra strategis. Antara lain Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pertamina Foundation, BRI, serta pemerintah daerah setempat guna memperkuat ekosistem UMKM di wilayah perbatasan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya