RM.id Rakyat Merdeka - Di pelosok Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, perjalanan menuju ruang kelas bukan perkara mudah. Bagi Yustina Yuniarti, guru honorer SDK Wukur, perjalanan mengajar adalah bentuk pengabdian yang dijalani dengan penuh ketulusan.
Setiap hari, Yustina menempuh jarak sekitar 6 kilometer menuju sekolah. Ia harus melewati jalan setapak, hutan, dan medan yang cukup berat demi memastikan anak-anak di SDK Wukur tetap mendapatkan pendidikan dan berani menggantungkan cita-cita.
Selama 11 tahun, Yustina mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, ia memilih tetap bertahan mengajar.
SDK Wukur saat ini menjadi tempat belajar bagi 34 siswa yang didampingi delapan tenaga pendidik.
Baca juga : PNM Kembangkan Klaster Pala untuk Perkuat Ekonomi Perempuan NTT
Dalam segala keterbatasan, proses belajar mengajar tidak hanya dibangun melalui buku dan papan tulis, tetapi juga melalui dedikasi para guru yang terus hadir setiap hari.
“Banyak orang tidak mau mengajar di sini karena kondisi jalan dan keuangan yang tidak memungkinkan. Namun, kami bertahan karena panggilan hati,” ujar Yustina, dikutip Selasa (19/5/2026).
Kisah Yustina menjadi potret keteguhan para pendidik di daerah terpencil yang terus menjaga semangat pendidikan meski berada di tengah keterbatasan.
Perjuangannya juga sejalan dengan semangat para ibu nasabah Mekaar yang setiap hari berjuang demi keluarga, pendidikan anak, dan masa depan yang lebih baik.
Baca juga : DPP PBB Tegaskan Tak Ada Dualisme Ketua DPW NTB
Ada ketulusan yang sama: bekerja dalam sunyi tanpa banyak sorotan, tetapi memberikan dampak besar bagi kehidupan orang lain.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli memberikan dukungan sosial kepada Yustina.
Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap sosok pendidik yang mengajar tidak hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan hati.
Melalui program #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM berharap dukungan tersebut dapat menjadi penguat semangat bagi Yustina dan para pendidik lainnya yang terus menjaga harapan di ruang-ruang kelas sederhana.
Baca juga : BRINS Sediakan Layanan Siaga Mudik Lebaran 2026
“Terima kasih PNM sudah hadir membantu saya. Dukungan ini sangat berarti, bukan hanya untuk saya, tetapi juga menjadi semangat baru agar saya bisa terus mengajar anak-anak di sini. Semoga perhatian seperti ini membuat kami semakin kuat untuk tetap menjalankan tugas dengan hati,” tutur Yustina.
Bagi PNM, ketulusan Yustina menjadi pengingat bahwa pemberdayaan tidak hanya tumbuh di ruang usaha, tetapi juga di ruang kelas, di jalan-jalan sunyi yang dilalui para pendidik, dan dalam setiap langkah kecil yang membuka masa depan anak-anak Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.