Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Dari Pelabuhan Bakauheni hingga ruang pelayanan publik, sentuhan humanis polisi bekerja dalam sunyi, mengubah jarak menjadi kepercayaan.
Aroma kopi menyeruak di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, di tengah riuh mesin kapal dan langkah tergesa para pemudik Natal dan Tahun Baru 2025. Di sela antrean panjang dan wajah-wajah lelah, seorang polisi berseragam menyodorkan gelas kopi hangat. Bukan razia. Bukan pemeriksaan. Hanya secangkir kopi dan sedikit camilan.
“Ngupi pai, puakhi,” katanya ringan. Artinya, “Ngopi dulu, saudara.”
Baca juga : OJK Soroti Penagihan Utang Usai Kasus Kalibata
Ungkapan kearifan lokal Lampung itu mendadak viral. Kapolsek KSKP (Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan dan Laut) Bakauheni, Lampung, AKP Ferdo Elfianto, tak sedang berorasi tentang pelayanan publik. Dia memilih cara yang lebih sederhana: hadir, menyapa, dan menemani. Dengan sepeda listrik yang ditambahi gerobak kopi, AKP Ferdo dan anggotanya berkeliling dermaga, membagi kopi panas dan dingin, juga camilan lokal yang akrab di lidah masyarakat.
Di tengah padatnya arus mudik Nataru, pendekatan itu terasa seperti jeda. Para pemudik tersenyum, sebagian berbincang singkat, sebagian lagi sekadar mengangguk terima kasih. Rasa aman hadir bukan lewat peluit atau pengeras suara, melainkan dari kehangatan yang sangat manusiawi. Polisi, dalam momen itu, bukan sekadar aparat, melainkan tetangga yang mengajak singgah sebentar.
“Ngupi Pai Puakhi” bukan sekadar jargon. Secara harfiah berarti ngopi dulu, saudara atau keluarga. Secara makna, ia menjadi jembatan: mempererat silaturahmi, membangun kepercayaan, dan menghadirkan Polri yang lebih bersahabat. Inisiatif ini lahir sebagai bagian dari semangat “Polri untuk Masyarakat”—pelayanan yang dikemas lokal, sederhana, dan relevan.
Baca juga : Davina Karamoy, Santai Dan Pasrah Dituding Pelakor
Aksi kecil di Bakauheni itu mencerminkan wajah lain Polri yang belakangan kian tampak: humanis, sigap, dan dekat. Wajah yang sama terlihat saat bencana datang.
Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat —wilayah yang diterpa banjir bandang dan longsor— Polri turun langsung, bukan hanya menjaga, tapi membantu memulihkan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengerahkan layanan servis dan cuci motor gratis bagi warga terdampak. Motor-motor yang sempat terendam lumpur diperbaiki agar bisa kembali dipakai untuk aktivitas harian.
“Kami membuka pelayanan servis dan cuci motor gratis untuk kendaraan-kendaraan yang kemarin sempat rusak agar bisa digunakan, paling tidak membantu operasional kegiatan masyarakat supaya segera pulih,” ujar Sigit, dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 29 Desember 2025.
Baca juga : Dahnil Anzar dan Babak Baru Sejarah Penyelenggaraan Haji
Bantuan itu tak berhenti di bengkel darurat. Polri juga terlibat dalam pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, mendukung program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Puluhan hingga ratusan personel disiagakan di berbagai daerah. Jembatan-jembatan dibangun: sembilan di Aceh, tiga di Sumut, delapan di Sumbar. Ratusan ton beras disalurkan, alat berat dikerahkan, helikopter dan pesawat disiagakan untuk distribusi logistik. Angkanya terukur, dampaknya terasa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya