Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PWNU Sulsel Tegaskan Patuh dan Tegak Lurus kepada Rais Aam PBNU
Selasa, 23 Desember 2025 18:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan (Sulsel) KH Baharuddin menegaskan, PWNU Sulawesi Selatan tegak lurus dan patuh kepada Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar sebagai pimpinan tertinggi jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU).
Penegasan tersebut disampaikan Baharuddin usai memimpin rapat Pengurus Harian Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan, Senin malam (22/12/2025), di kediamannya. Rapat tersebut membahas konsolidasi dan evaluasi kepengurusan PWNU Sulsel sekaligus menyikapi dinamika yang berkembang di tingkat pusat.
“Dalam tradisi dan konstitusi NU, Rais Aam adalah pimpinan tertinggi jam’iyah. Maka sikap PWNU Sulawesi Selatan jelas, tegak lurus dan patuh kepada Rais Aam PBNU, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta adab organisasi,” tegasnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (23/12/2025).
Baca juga : KOPNUS Salurkan Bantuan untuk Anggota Terdampak Bencana di Aceh
Ia menekankan, seluruh jajaran PWNU Sulsel agar menjaga ketertiban organisasi, tidak terpancing polemik, dan tetap fokus pada khidmah jam’iyah. “Nahdlatul Ulama dibangun dengan adab, bukan kegaduhan. Pengurus harus menjaga etika organisasi dan tidak larut dalam polemik yang dapat mengganggu persatuan serta pelayanan kepada umat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Syuriyah PWNU Sulsel juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi. KH Baharuddin mengakui masih terdapat sejumlah kelemahan, mulai dari belum optimalnya aktivitas organisasi, belum terstrukturnya program kerja, hingga belum maksimalnya pemanfaatan sekretariat PWNU tingkat wilayah.
“Evaluasi ini penting agar sisa masa khidmah kepengurusan dapat dimaksimalkan. Diperlukan penataan ulang manajemen, penegasan tugas pengurus, dan pengaktifan kembali roda jam’iyah,” jelasnya.
Baca juga : Prabowo Tegaskan, Pembalakan Liar Sudah Mulai Ditertibkan
Ia menambahkan, sisa masa kepengurusan PWNU Sulsel periode 2024–2029 akan difokuskan pada penguatan peran lembaga dan badan otonom, peningkatan konsolidasi internal, percepatan pelaksanaan program kerja, serta pembenahan tata kelola organisasi.
Selain itu, PWNU Sulsel juga akan memastikan kesinambungan kepemimpinan di tingkat cabang melalui pembentukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh kabupaten dan kota, termasuk penetapan caretaker bagi kepengurusan yang masa khidmahnya telah berakhir.
“Soliditas, ketaatan struktural, dan kebersamaan adalah kunci. Itulah yang terus kami jaga hingga akhir masa kepengurusan,” pungkas KH Baharuddin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya