BREAKING NEWS
 

Putin Ratifikasi FTA EAEU–Indonesia, Ekspor RI Ke Eurasia Makin Terbuka

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 28 Mei 2026 16:58 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin resmi menandatangani UU tentang ratifikasi Persetujuan Perdagangan Bebas antara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Republik Indonesia, Senin (25/5/2026). (Foto Kedubes Rusia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin resmi menandatangani undang-undang tentang ratifikasi Persetujuan Perdagangan Bebas antara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Republik Indonesia, Senin (25/5/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Eurasia sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk-produk unggulan nasional. 

Informasi ratifikasi tersebut diumumkan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta melalui unggahan di akun media sosialnya, Selasa (26/5/2026). Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) itu sebelumnya telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 di Saint Petersburg, Rusia. 

Sedangkan implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU dibahas Pemerintah Indonesia dan Rusia dalam sidang komisi bersama di Kazan pada 13 Mei lalu.

Baca juga : ESQ Dukung Halal Indonesia Diapresiasi, Kiprah 26 Tahun Dirasakan Masyarakat

FTA tersebut mencakup seluruh anggota Eurasian Economic Union, yakni Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan. Dengan ratifikasi ini, implementasi teknis perjanjian diperkirakan akan semakin cepat, termasuk pengaturan tarif preferensial dan pengurangan hambatan perdagangan antarnegara anggota. 

Adsense

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kesepakatan tersebut dapat memperluas akses pasar berbagai produk ekspor Indonesia di kawasan Eurasia. 

"Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara," ujar Airlangga usai bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.

Baca juga : Pupuk Indonesia Ekspor Perdana Urea 47.250 Ton ke Australia

Produk yang diproyeksikan memperoleh manfaat antara lain minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, hingga furnitur. 

Skema perdagangan preferensial dalam perjanjian itu mencakup lebih dari 98 persen perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia. Hal tersebut dinilai akan mempercepat pertumbuhan nilai perdagangan kedua pihak dalam beberapa tahun ke depan. 

Bagi Indonesia, kerja sama dengan EAEU juga dianggap strategis. Sebab, kawasan tersebut memiliki populasi lebih dari 180 juta jiwa dengan potensi pasar yang besar untuk produk manufaktur dan komoditas nasional. 

Baca juga : Pulang Ke Indonesia, TSK Kasus Kuota Haji Langsung Dicekal KPK

Pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir memang aktif memperluas jaringan perdagangan bebas dengan berbagai kawasan, termasuk Asia Tengah dan Eurasia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense