BREAKING NEWS
 

Bantu Kuatkan Pendanaan, Amartha Buka Jalan Startup Bertemu Investor Global

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 1 Juni 2026 21:01 WIB
Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto (Foto: Dok. Amartha)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendanaan bagi startup di Indonesia masih menghadapi tekanan seiring berlanjutnya fenomena tech winter secara global. Sepanjang 2025, total pendanaan startup Indonesia tercatat hanya 355,7 juta dolar AS, turun drastis dari 2021 yang mencapai sekitar 6,9 miliar dolar AS.

Kondisi ini mencerminkan semakin ketatnya akses permodalan bagi pelaku startup, ditambah sejumlah tantangan lain seperti tata kelola bisnis yang belum optimal, belum mampu menunjukkan kecocokan solusi dengan kebutuhan pasar, serta keunggulan nilai yang kompetitif.

Di tengah tantangan tersebut, startup tetap memegang peran penting dalam mendorong pemerataan kesejahteraan. Kehadiran startup turut membuka lapangan kerja, memperluas akses keuangan, menghadirkan inovasi berbasis lingkungan, hingga memperkuat pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

Menjawab tantangan tersebut, menjelang penyelenggaraan The 2026 Asia Grassroots Forum, Amartha menginisiasi Gamechanger Series, sebuah inisiatif program kolaboratif yang mempertemukan startup lintas sektor untuk mengembangkan dan menguji solusi yang berdampak langsung bagi UMKM dan masyarakat akar rumput.

Baca juga : Pengamat Sebut Rupiah Bukan Satu-satunya Indikator Ekonomi RI

Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama KUMPUL Impact, bagian dari KUMPUL yang fokus pada pengembangan kewirausahaan di Indonesia. KUMPUL Impact menjalankan berbagai program yang fokus pada pemberdayaan pengusaha tahap awal (early-stage) dan komunitas lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak bagi sosial maupun lingkungan.

“The 2026 Asia Grassroots Forum, hosted by Amartha, menjadi wadah penting bagi startup di Indonesia untuk memperkenalkan solusi mereka kepada ekosistem yang lebih luas, termasuk jaringan investor internasional yang selama ini bermitra dengan Amartha," ujar Aria Widyanto, Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha.

Adsense

Pihaknya melihat banyak startup memiliki inovasi yang relevan untuk menjawab tantangan di masyarakat, namun membutuhkan akses terhadap kolaborasi, validasi, dan dukungan pendanaan agar dapat berkembang lebih berkelanjutan. "Melalui Gamechanger Series, kami ingin membuka peluang tersebut sekaligus memperkuat ekosistem inovasi yang berdampak,” ujar Aria.

Bersama KUMPUL Impact, Gamechanger Series dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang inkubasi ide dan implementasi solusi yang berdampak langsung bagi UMKM dan masyarakat akar rumput. Program ini akan mencakup serangkaian kegiatan seperti lokakarya co-creation, pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) di lapangan, hingga sesi presentasi solusi (showcase).

Baca juga : DPR Minta BI Aktif Jaga Stabilitas Rupiah

Melalui pendekatan ini, setiap startup tidak hanya berkontribusi dalam ide, tetapi juga diuji dalam implementasi nyata di komunitas. Melalui pendekatan tersebut, startup tidak hanya didorong untuk menghadirkan inovasi, tetapi juga untuk memastikan solusi yang dikembangkan relevan, terukur, dan dapat diimplementasikan secara langsung di masyarakat.

Sarita Kinanti, Program & Impact Director, KUMPUL Impact, mengatakan, sebagai platform yang berfokus membangun ekosistem inovasi, KUMPUL Impact melihat kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar startup dapat berkembang sekaligus menciptakan dampak yang relevan. "Melalui Gamechanger Series, kami ingin menjembatani para inovator dengan kebutuhan nyata UMKM dan masyarakat akar rumput, sehingga solusi yang lahir tidak hanya scalable, tetapi juga memiliki implementasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain program Gamechanger Series, Amartha juga menghadirkan Founder-Investor Matchmaking Session, sebuah program yang membuka kesempatan bagi founder startup berbasis di Indonesia untuk terhubung langsung dengan investor global. Melalui sesi pertemuan satu lawan satu (one-on-one meeting), sebanyak 80 startup terpilih akan dipertemukan dengan 40 investor guna membuka peluang kolaborasi dan pendanaan strategis.

Seluruh rangkaian program ini akan berlanjut di The 2026 Asia Grassroots Forum yang mengusung tema Enabling Growth, Elevating Financial Health pada 3-4 Juni 2026 di Shangri-La, Jakarta. Forum ini akan dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, investor, startup, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil, untuk mendorong kolaborasi dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi akar rumput di Asia.

Baca juga : Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Bukan Sekadar Seremonial

The 2026 Asia Grassroots Forum tidak hanya menjadi ruang pertemuan antarpemangku kepentingan, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi lintas sektor yang lebih konkret dan berkelanjutan. "Kami berharap forum ini dapat memperkuat konektivitas antara startup, investor, pemerintah, dan organisasi pembangunan guna memperluas peluang pertumbuhan yang lebih inklusif bagi UMKM di Asia,” tutup Aria.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense