BREAKING NEWS
 

BSI Kantongi Kenaikan Laba Bersih 17,79 Persen Tembus Rp 2,80 T Per April 2026

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 9 Juni 2026 13:54 WIB
Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mengantongi laba bersih (unaudited) mencapai Rp 2,80 triliun naik 17,79 persen secara year on year (yoy) pada publikasi laporan keuangan bulanan April 2026.

Dengan total laba tersebut, proyeksi penyaluran zakat perusahaan pada bulan April 2026 sekitar Rp72 miliar yang menunjukkan kebermanfaatan sosial BSI bagi masyarakat yang terus meningkat seiring kinerja. Adapun total asset pada periode ini naik 12,17 persen menjadi Rp 452 triliun.

“Laba yang positif juga didukung berjalannya fungsi intermediasi baik dari sisi pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) serta pembiayaan dengan kualitas yang baik,” kata Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Hingga April 2026, Perseroan membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 382 triliun tumbuh 17,90 persen yoy yang didominasi Tabungan mencapai Rp 165 triliun, tumbuh 22,02 persen yoy, disusul Deposito dan Giro. Dengan komposisi tersebut, portofolio CASA BSI sebesar 63,48 persen.

Baca juga : Belanda Kehilangan Bek Arsenal Jelang Piala Dunia 2026

“Capaian ini juga ditopang atas preference masyarakat semakin baik atas produk dan layanan BSI salah satunya Tabungan Haji," ujarnya.

Terlebih, dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jemaah melakukan pelunasan haji melalui BSI.

Dari sisi pembiayaan, BSI berhasil menumbuhkan dobel digit atau 15,59 persen yoy mencapai Rp 332 triliun dengan fokus pada pembiayaan Konsumer.

Adsense

Meski tumbuh signifikan, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,80 persen membaik dari 1,88 persen periode tahun sebelumnya.

Baca juga : Dorong Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Hingga April 2026

Dari angka tersebut, ekspansi pembiayaan didominasi pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM dan Mikro yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Perseroan juga aktif dalam berbagai program perekonomian Pemerintah melalui aspirasi lebih dari 80 ribu koperasi. Hingga Maret 2026 melalui berbagai inisiatif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 198 miliar kepada 211 dapur MBG, penyaluran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan penyaluran KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu Koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR.

Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan FLPP kuartal I sebanyak 894 nasabah. Adapun total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp 5,7 triliun.

Selain itu BSI juga berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM.

Baca juga : BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Tembus Rp9,21 T

Ade Cahyo memastikan, BSI terus terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, fee-baed income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis.

“Dengan strategi tersebut, BSI berharap dapat terus memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan bullion bank,” ucapnya.

Sekaligus menjadi institusi keuangan syariah yang semakin relevan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memberi manfaat bagi seluruh stakeholder. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense