Dark/Light Mode

Pembiayaan Griya BSI Melonjak, Tembus Rp 60 T Per Maret 2026

Senin, 18 Mei 2026 21:10 WIB
Foto: BSI
Foto: BSI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatatkan pertumbuhan positif pada pembiayaan griya sekitar Rp 60 triliun per Maret 2026, dan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan pembiayaan konsumer.

Menurut Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy, capaian tersebut seiring membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya kebutuhan hunian nasional.

“Komitmen Melayani Sepenuh Hati juga menjadi langkah perseroan, dalam melakukan ekspansi ke sektor perumahan untuk mendorong masyarakat memiliki rumah sesuai pilihan dan kemampuan finansial,” jelasnya, Senin (18/5/2026).

Hingga kuartal I-2026, kinerja BSI tercatat tetap solid dengan pertumbuhan berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Total pembiayaan perseroan mencapai Rp 329 triliun.

Baca juga : Rupiah Makin Melemah, Pagi Ini Tembus Rp 17.614 Per Dolar AS

Dari jumlah tersebut, segmen konsumer dan emas menjadi penyumbang terbesar dengan total pembiayaan mencapai Rp 184,27 triliun atau tumbuh 17,59 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).

Pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. Rasio Non Performing Financing (NPF) segmen konsumer berada pada level sehat di bawah 1,5 persen.

“Hal ini mencerminkan prinsip kehati-hatian perseroan dalam menjaga kualitas aset, sekaligus mendorong ekspansi bisnis secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Kemas mengatakan, pembiayaan griya tetap menjadi salah satu fokus utama perseroan mengingat kebutuhan perumahan nasional yang masih tinggi serta potensi pertumbuhan pasar yang besar.

Baca juga : Pemegang Saham BSI Setujui Pembagian Dividen Rp 1,5 T

"Segmen griya merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan pembiayaan konsumer BSI,” katanya.

BSI melihat kebutuhan hunian masyarakat masih sangat besar, khususnya untuk pembelian rumah pertama. Hal ini sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan griya didukung oleh berbagai keunggulan produk yang kompetitif. Antara lain, angsuran tetap hingga akhir tenor, fasilitas free appraisal, special price pada developer rekanan terpilih, hadiah BSI Emas, serta berbagai program promo lainnya.

Selain memperkuat layanan pada segmen komersial, BSI juga terus mendukung program kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 17.410 Per Dolar AS

“Hingga Maret 2026, portofolio FLPP BSI telah mencapai lebih dari Rp 5,7 triliun,” ungkapnya.

BSI mencatat tren booking pembiayaan griya masih menunjukkan pertumbuhan yang baik, terutama untuk pembelian rumah pertama dengan kisaran harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Permintaan pembiayaan juga berasal dari kebutuhan take over, renovasi rumah, serta kebutuhan hunian lainnya. “Saat ini, BSI berada pada posisi enam besar bank penyalur pembiayaan perumahan nasional dengan kualitas pembiayaan yang sehat,” kata Kemas.

BSI optimistis, sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring dukungan kebijakan pemerintah melalui Program 3 Juta Rumah serta prospek konsumsi domestik yang terus membaik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.