BREAKING NEWS
 

PLN Watch: 60 Pembangkit Baru 16,5 GW Bukti Keberhasilan Transformasi PLN

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 12 Juni 2026 10:47 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Beroperasinya 60 pembangkit listrik baru dengan total kapasitas mencapai 16,5 gigawatt (GW) dalam lima tahun terakhir dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Capaian tersebut memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PLN Watch, KRT Tohom Purba menegaskan, pembangunan 60 pembangkit baru berkapasitas total 16,5 GW merupakan pencapaian strategis yang memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurutnya, kehadiran pembangkit-pembangkit tersebut telah meningkatkan cadangan daya dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan di berbagai wilayah Indonesia.

Tohom, yang juga menjabat Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS), mengatakan pembangunan pembangkit dilakukan secara terintegrasi dengan penguatan jaringan transmisi, gardu induk, serta transformasi digital.

Langkah tersebut menjadikan sistem kelistrikan nasional semakin andal, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.

Baca juga : Pemerintah: Aturan Pajak Baru Lindungi dan Beri Kepastian Insentif UMKM

"Fakta bahwa 60 pembangkit baru telah beroperasi dengan kapasitas total 16,5 GW sudah cukup menjawab berbagai narasi yang menyebut tidak ada pembangunan pembangkit. Data dan fakta harus menjadi dasar dalam menilai kinerja sektor kelistrikan nasional. Yang dibangun bukan hanya aset fisik, tetapi juga fondasi ketahanan energi Indonesia untuk jangka panjang," ujar Tohom, yang baru-baru ini mengikuti Plenary Meeting International ISO COPOLCO di Hainan, China.

Ia menilai, anggapan bahwa tidak ada pembangunan pembangkit selama masa kepemimpinan Darmawan Prasodjo merupakan narasi yang mengabaikan fakta di lapangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, PLN telah mengoperasikan dan meresmikan berbagai proyek ketenagalistrikan strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede berkapasitas 2x55 megawatt (MW) di Sumedang, Jawa Barat, yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2025 bersama 26 pembangkit energi baru terbarukan (EBT) lainnya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat yang merupakan pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara.

Adsense

Menurut Tohom, berbagai proyek tersebut menunjukkan komitmen PLN dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Keandalan Pembangkit Nasional Dengan Inovasi DOTA

"Kehadiran listrik yang andal telah menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Akses energi yang semakin baik membuka peluang berkembangnya usaha mikro, sektor pertanian, perikanan, perdagangan, hingga industri kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat," katanya.

Ia menegaskan bahwa penambahan kapasitas pembangkit sebesar 16,5 GW bukanlah pekerjaan sederhana, melainkan kontribusi nyata untuk memperkuat cadangan daya nasional dan memastikan kebutuhan listrik masyarakat serta dunia usaha dapat terpenuhi.

Tohom juga menyoroti keberhasilan PLN dalam memperluas akses listrik hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, jutaan masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses listrik kini dapat menikmati layanan yang lebih andal dan berkualitas.

"Publik perlu melihat bahwa manfaat pembangunan ketenagalistrikan tidak hanya tercermin dari angka kapasitas pembangkit atau panjang jaringan. Dampak yang paling nyata adalah meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Jutaan warga di wilayah 3T kini dapat memanfaatkan listrik untuk membuka usaha, meningkatkan produktivitas, mendukung kegiatan pendidikan, hingga memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik," ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur fisik, Tohom mengapresiasi transformasi digital yang dijalankan PLN.

Baca juga : PLN EPI Bidik Pengembangan Bio-CNG Sawit untuk Percepat Transisi Energi

Digitalisasi pada sektor pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan dinilai berhasil meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat respons perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

"Pak Darmawan tidak hanya membangun pembangkit, jaringan, dan gardu induk. Beliau juga membangun sistem dan budaya kerja baru yang menjadikan PLN lebih modern, lebih transparan, lebih efisien, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Transformasi digital yang dilakukan telah menjadi game changer bagi pengelolaan sistem kelistrikan nasional," lanjutnya.

PLN Watch menilai, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat agenda transisi energi.

Infrastruktur ketenagalistrikan yang telah beroperasi tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

"Di tengah berbagai tantangan sektor energi, yang dibutuhkan adalah penilaian yang objektif berdasarkan capaian nyata. Transformasi PLN telah menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional, mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus mempercepat transisi energi. Capaian seperti ini patut diapresiasi sebagai keberhasilan institusi dan keberhasilan bangsa," pungkas Tohom.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense