BREAKING NEWS
 

Alvin Lie: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 13 Juni 2026 10:17 WIB
Ilustrasi. Dok. Pelita Air.

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat domestik dinilai dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengamat aviasi, Alvin Lie mengatakan kebijakan tersebut berpotensi membuat harga tiket pesawat lebih terjangkau sehingga mendorong peningkatan jumlah perjalanan domestik. Menurutnya, langkah itu juga dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi yang bergantung pada transportasi udara.

“Harga tiket domestik dikenakan PPN ini anomali karena keluar negeri tidak dipungut PPN, kenapa di dalam negeri dipungut PPN?” kata Alvin Lie, Jumat (12/6/2026).

Baca juga : Deri Corfe, Striker Serbabisa Tinggalkan Laskar Mataram

Alvin menilai kebijakan pengenaan PPN pada tiket pesawat domestik selama ini perlu dievaluasi karena berbeda dengan perlakuan terhadap penerbangan internasional. Ia juga menyoroti bahwa moda transportasi publik lainnya tidak dikenakan PPN untuk layanan angkutan penumpang.

“Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN. Bahkan kereta yang paling mewah, bus yang paling mewah pun yang harga tiketnya mendekati harga tiket pesawat kelas ekonomi LCC itu juga tidak dipungut PPN. Jadi kenapa tiket pesawat dipungut PPN?” ujarnya.

Adsense

Menurut Alvin, peninjauan kebijakan perpajakan di sektor penerbangan diperlukan untuk menciptakan persaingan yang lebih setara dengan moda transportasi publik lainnya sekaligus meningkatkan efisiensi industri transportasi nasional.

Baca juga : PB PMII Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat

Ia menilai pembebasan PPN dapat meningkatkan jumlah penumpang dan tingkat keterisian penerbangan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja maskapai serta membuka peluang pengembangan rute-rute baru.

Selain itu, peningkatan konektivitas udara dinilai dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, logistik, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Alvin menegaskan bahwa kebijakan fiskal dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat daya saing industri transportasi nasional.

Baca juga : Kakorlantas: Iduladha Jadi Momentum Tingkatkan Keikhlasan dan Pengabdian

“Yang dibutuhkan di sini adalah niat politik dari pemerintah, apakah mau mendorong agar industri transportasi Indonesia ini jadi lebih efisien, lebih terjangkau dan tentunya nanti lebih berkembang,” katanya.

Rencana pembebasan PPN tiket pesawat domestik diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan daya saing industri penerbangan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense