Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi LAN & IDOS Wujudkan Kebijakan Publik Lebih Dekat Dengan Masyarakat
Senin, 20 April 2026 19:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersinergi dengan Program Managing Global Governance (MGG) yang merupakan bagian dari German Institute of Development and Sustainability (IDOS) menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk "Systemic Impact through Transformative Training", di Jakarta pada 19-23 April 2026.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memecahkan masalah kebijakan publik melalui pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengukuhkan perannya sebagai motor penggerak pengembangan kapasitas ASN.
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq menekankan, seminar konferensi internasional bertajuk Systemic Impact through Transformative Training bertujuan untuk mendorong pelatihan ASN agar mempunyai kemampuan mewujudkan kebijakan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Taufiq menambahkan, tujuan pelatihan kepada ASN menggunakan pendekatan transformative learning. Pendekatan tersebut, lembaga negara atau kementerian yang bekerja untuk kebijakan publik akan diintegrasikan melalui Kementerian PAN-RB kemudian menghasilkan kebijakan berbasis pendekatan outcome.
Baca juga : Jagara Dorong Advokasi YLBHI Lebih Merata dan Transparan
"Seminar itu juga mengajak masyarakat dunia untuk memahami pentingnya kolaborasi dalam memberantas masalah-masalah di skala nasional maupun internasional," ujar Taufiq di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, seminar ini juga tidak hanya dilakukan di grup nasional tetapi juga di internasional.
"Seperti yang disampaikan Bu Menteri PAN RB bahwa pentingnya membangun kolaborasi karena persoalan kemiskinan, persoalan pendidikan sampai persoalan kesehatan. Itu bukan masalah nasional lagi, tetapi sebuah agenda global untuk membangun satu masyarakat yang sejahtera secara global," ujar Taufiq.
Lebih lanjut Taufiq mengatakan, seminar itu juga merupakan sebuah aksi global dalam menangani berbagai masalah-masalah yang sekarang dihadapi, seperti climate change, kemiskinan hingga demografi.
Baca juga : Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata, Perkuat Pengawasan WNA di Bali
"Dengan berkolaborasi IDOS menjalin program-program yang memungkinkan ASN untuk mengembangkan potensi terbaik dalam menyelesaikan masalah terkait kebijakan publik," ujarnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan, negara sukses ditentukan oleh efektivitas birokrasi dalam melayani rakyat melalui kebijakan publik.
"Di balik birokrasi berkinerja tinggi, terdapat keselarasan mendasar, orang-orang dengan pola pikir yang tepat, sistem yang gesit, dan hasil yang berfokus pada dampak di dunia nyata," ujar Rini di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dengan mengusung semangat reformasi baru, Rini menyampaikan pemerintah telah menyiapkan program penyelarasan sebagai peningkatan terhadap SDM di lembaga atau kementerian melalui pilar kebijakan dan tata kelola.
Baca juga : Polri Tegaskan Kebijakan Pajak Ranmor Tetap Berlandaskan Aturan
Menurutnya, tata kelola yang tepat didasarkan kepada hasil yang bisa diukur, bukan semata pekerjaan rutin.
"Kebijakan harus dapat diimplementasikan dan tata kelola harus diukur berdasarkan hasil, bukan sekadar pekerjaan rutin,"ujar Rini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya