BREAKING NEWS
 

Easycash Perluas Akses Kredit, Pinjaman Tembus Rp 96,67 Triliun

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 19 Juni 2026 21:21 WIB
Jajaran manajemen dan pemegang saham Easycash mengikuti RUPST Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Dok. Easycash

RM.id  Rakyat Merdeka - Akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan, jutaan masyarakat masih belum terintegrasi secara optimal ke dalam sistem keuangan formal. Sehingga fenomena ini menghadapi keterbatasan dalam memperoleh akses kredit.

Merujuk pada White Paper Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting berjudul "Mendorong Perluasan Akses Kredit melalui Kolaborasi Bertanggung Jawab antara Bank dan Pindar", sekitar 48 persen penduduk dewasa Indonesia masih berada dalam kategori underbanked berdasarkan data Bank Dunia.

Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat inklusi keuangan perbankan pada 2025 baru mencapai sekitar 70 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 30 persen masyarakat dewasa Indonesia yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal.

Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) Nucky Poedjiardjo mengatakan perluasan akses keuangan yang inklusif menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Menurutnya, layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring (pindar), dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan akses kredit.

Baca juga : Turis Asing Ke RI Naik 8,24%, Devisa Pariwisata Tembus Rp 68 T

“Di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Oleh karena itu, Easycash berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat,” kata Nucky dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Komitmen tersebut tercermin dari pertumbuhan penyaluran pendanaan perusahaan. Sejak berdiri pada 2017, Easycash yang merupakan platform pindar berizin dan diawasi OJK telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana dengan total akumulasi pinjaman mencapai Rp 96,67 triliun.

 

Adsense

Perluasan akses pendanaan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Ifa Maria Ulfa, petani asal Jember memanfaatkan pinjaman Easycash untuk memenuhi kebutuhan modal usaha tani. Terutama pembelian pupuk bagi tanaman cabai dan padi saat menghadapi keterbatasan modal.

Baca juga : Rupiah Menguat, Ekonom Prediksi Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.500 per Dolar AS

 

Menurut Ifa, akses pendanaan yang cepat membantunya memperoleh sarana produksi tepat waktu sehingga kegiatan budidaya dapat terus berjalan.

“Dana yang saya dapatkan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pembelian pupuk saat modal sedang terbatas. Proses pencairannya cepat sehingga saya bisa tetap menjalankan usaha tani tanpa harus menunda kebutuhan produksi,” sambung Ifa.

Ia menambahkan, akses pendanaan tersebut turut membantu menjaga keberlangsungan usaha tani yang menjadi sumber penghidupan keluarganya. Juga, mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal saat menghadapi kebutuhan mendesak.

Baca juga : Investasi KEK Gresik Tembus Rp 113 Triliun

Seiring dengan upaya memperluas akses pendanaan, Easycash juga terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan fungsi pengawasan, manajemen risiko dan pengendalian internal, kepatuhan, audit internal dan eksternal, serta peningkatan transparansi pengelolaan perusahaan sesuai implementasi Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024.

Nucky menegaskan penerapan tata kelola yang baik tidak hanya bertujuan memenuhi kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga membangun perusahaan yang sehat, dapat diandalkan dalam memperluas akses kredit masyarakat, dan memberikan perlindungan kepada konsumen.

“Kami meyakini bahwa tata kelola yang kuat akan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Easycash akan terus berfokus memperluas akses pendanaan bagi masyarakat, khususnya segmen unbanked dan underbanked. Di saat yang sama, perusahaan juga berkomitmen meningkatkan literasi keuangan melalui berbagai program edukasi, seperti Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan platform edukasi ChatPindar. Tujuannya untuk mendorong masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense