Dark/Light Mode

Catat Kinerja Positif di 2025, Pendapatan GMFI Tembus Rp8,25 Triliun

Sabtu, 23 Mei 2026 07:25 WIB
Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) bagian dari Garuda Group menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Jumat (2/5/2026). (Foto: Dok.GMFI)
Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) bagian dari Garuda Group menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Jumat (2/5/2026). (Foto: Dok.GMFI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Auditorium Garuda Indonesia, Jumat (22/5/2026).

Dalam rapat tersebut, tercatat di sepanjang 2025, GMFI mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid.

Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar 491,9 juta dolar AS atau sekitar Rp8,25 triliun, meningkat 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan juga tumbuh signifikan menjadi 33,9 juta dolar AS atau sekitar Rp570 miliar, naik 26,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar 26,9 juta dolar AS.

Dari sisi neraca, total aset GMFI melonjak menjadi 813 juta dolar AS atau sekitar Rp13,6 triliun, tumbuh 91,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Struktur permodalan juga mengalami perbaikan signifikan dengan posisi ekuitas yang berbalik positif dari sebelumnya minus 257,9 juta Perseroan menjadi positif 114,6 juta Perseroan atau sekitar Rp1,92 triliun.

Baca juga : Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp 1,1 Triliun

Peningkatan tersebut didukung aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat nilai aset tetap sekaligus mengembalikan posisi ekuitas menjadi positif.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan dalam menjalankan transformasi dan aksi korporasi strategis.

"Pencapaian positif ini tentu tidak akan terwujud tanpa fundamental operasional yang semakin solid," kata Andi.

Kinerja positif tersebut ditopang transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun 2025. Mulai dari peningkatan produktivitas operasional, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan berbagai sertifikasi dan kualifikasi internasional.

Dari sisi ekspansi pasar, kontribusi pendapatan segmen non-group-afiliasi mencapai 141,3 juta dolar AS atau setara 28,7 persen dari total pendapatan.

Pada sektor perawatan pesawat komersial, GMFI mempertahankan pelanggan eksisting seperti Korean Air, VietJet Air, dan Cebu Pacific, sekaligus menambah pelanggan baru seperti One Air, AirSWIFT, dan Texel Air.

Baca juga : Genjot Diversifikasi Bisnis, MBAP Raih Pendapatan Rp 2,9 Triliun di 2025

Sepanjang 2025, GMFI juga menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink serta dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia untuk mendukung kesiapan armada nasional.

Di sektor pertahanan, GMFI menyelesaikan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat dan dua pesawat VIP Boeing 737-800.

GMFI juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.

Selain itu, lini bisnis non-commercial aircraft melalui SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services mencatatkan pendapatan sebesar 36,7 juta dolar AS atau tumbuh 59,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

GMFI juga mencatat sejumlah tonggak pengembangan bisnis, termasuk groundbreaking Kertajati Aerospace Park bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat, serta kerja sama dengan Pelita Air dalam pemanfaatan hanggar milik Pelita Air Service di Bandara Pondok Cabe untuk layanan perawatan pesawat tipe propeller.

Perseroan turut menyelesaikan pembangunan hangar door di Hanggar 1 guna memperkuat kapasitas operasional sesuai standar internasional, khususnya European Union Aviation Safety Agency (EASA).

Baca juga : Hakim Sebut Kerugian Kasus Chromebook Tembus Rp 5,2 Triliun

"Kami telah bertumbuh secara signifikan dan berkelanjutan. Dengan kapabilitas semakin kuat dan adaptif, GMFI akan terus membuka peluang baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global," ujarnya.

Memasuki 2026, kata Andi, GMFI mencatatkan performa awal tahun yang positif. Pada kuartal I 2026, GMFI membukukan laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS dengan pendapatan usaha mencapai 114,94 juta dolar AS.

GMFI menargetkan total pendapatan tahunan sebesar 542,8 juta dolar AS dengan estimasi laba bersih mencapai 35,1 juta dolar AS melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan fundamental operasional, dan pertumbuhan bisnis yang profitable.

"Melalui pencapaian positif dan efisiensi yang terjaga di tengah dinamika pasar dan tantangan industri, GMFI siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi industri aviasi maupun sektor lainnya," pungkas Andi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.