BREAKING NEWS
 

Bawa Duit 500 T, Investor Asing Antre Masuk RI

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 21 Juni 2026 08:10 WIB
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih tinggi. Buktinya, investor asing mengantre masuk ke sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan potensi investasi mencapai Rp 557 triliun. 

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, tingginya minat investor terlihat dari permintaan investasi di KEK Kendal, KEK Gresik, dan KEK Galang Batang, Bintan. Kondisi tersebut membuat pengelola ketiga kawasan mengajukan perluasan lahan hingga rata-rata dua kali lipat dari luas yang ada saat ini.

"Itu tiga-tiganya mengajukan perluasan lahan. Kenapa? Karena investasi yang ada itu sudah penuh dan yang mau datang investor asing itu antre," kata Susiwijono di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/6/2026). 

Menurut dia, usulan perluasan meliputi tambahan lahan sekitar 1.200 hektare di KEK Gresik, 1.000 hektare di KEK Kendal, dan sekitar 2.600 hektare di KEK Galang Batang. 

Pemerintah menghitung potensi tambahan investasi asing yang akan masuk ke tiga KEK tersebut mencapai sekitar Rp 557 triliun. Namun, angka itu merupakan proyeksi investasi jangka panjang yang akan terealisasi secara bertahap. 

Baca juga : Prabowo Ingin Ekonomi Terus Melaju Tinggi

"Kalau ditanya apakah investor asing masih percaya membawa investasi ke Indonesia, nah ini faktanya. Tiga KEK terbesar manufaktur mengajukan perluasan lahan rata-rata dua kali lipat lagi," ujarnya. 

Optimisme serupa disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Menurut dia, berbagai pertemuan dengan investor global di Singapura, Hong Kong, London, Boston, Washington DC, New York, hingga Jepang menunjukkan respons positif terhadap prospek investasi Indonesia. 

"Responsnya sangat positif," kata Rosan. 

Adsense

Ia menegaskan, investor global masih memandang Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang karena stabilitas ekonomi dan kepastian berusaha dinilai tetap terjaga. 

"Dari investasi yang masuk ke Indonesia ini saya berkeyakinan bahwa ini tetap terjaga. Karena mereka pada saat berinvestasi melihat komitmen jangka panjang," ujarnya. 

Baca juga : 12 Juta Barel Minyak Lintasi Selat Hormuz

Optimisme tersebut juga tercermin dari perkembangan pasar keuangan domestik. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, arus modal asing kembali mencatatkan aliran masuk bersih (net inflow) sebesar 3,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp69 triliun hingga 15 Juni 2026. 

"Hasilnya dapat mendorong modal asing di kuartal II," kata Perry. 

Ia menjelaskan, capaian tersebut berbalik dari kondisi sebelumnya yang mencatat arus keluar (capital outflow) sekitar 800 juta dolar AS atau sekitar Rp 14 triliun. Dana asing terutama mengalir ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). 

Sementara itu, Direktur NEXT Indonesia Herry Gunawan menilai, tingginya minat investasi di kawasan ekonomi khusus menjadi kabar baik bagi perekonomian nasional. Menurut dia, investasi merupakan kontributor terbesar kedua terhadap produk domestik bruto (PDB) setelah konsumsi rumah tangga. 

Baca juga : Alhamdulillah, Di Sini Melimpah...

Selain membuka lapangan kerja, kata dia, investasi asing juga berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat sektor industri pengolahan. Ia menilai investor tertarik karena Indonesia menawarkan stabilitas politik, berbagai insentif fiskal, serta ketersediaan bahan baku industri. 

Herry mendorong, Pemerintah memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat kemitraan antara investor asing dan pelaku usaha nasional sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin besar. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense