RM.id Rakyat Merdeka - Buntut pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (Darmo) dipanggil Presiden Prabowo Subianto, Senin (22/6/2026). Di Istana, Dirut PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Darmo tiba di Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 11.50 WIB. Ia didampingi Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo, Direktur Teknologi Engineering dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha, dan Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN Rakhmad Dewanto Haris. Pertemuan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Darmo mengatakan, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik sejak Minggu (21/6/2026), sehingga pemadaman bergilir berhasil ditekan secara signifikan.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik tersebut.
Menurut Darmo, membaiknya kondisi sistem kelistrikan didukung mulai normalnya pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit, baik milik PLN maupun pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP).
Baca juga : Purbaya: Harga Pertamax Bisa Turun
Selain itu, PLN bersama mitra juga berhasil mempercepat pemulihan dua pembangkit besar yang sebelumnya mengalami gangguan operasional dan keluar dari sistem kelistrikan Jawa.
"Tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa, serta mulai memasok listrik ke sistem," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Darmo juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas dukungan dan arahan pemerintah dalam menangani pemadaman listrik bergilir.
"Kami memberikan apresiasi yang luar biasa atas dukungan, arahan, dan bimbingan dari pemerintah, khususnya Kementerian ESDM," ujarnya.
PLN, lanjut Darmo, akan terus memperkuat tata kelola rantai pasok energi primer dan meningkatkan keandalan pembangkit melalui pemantauan selama 24 jam setiap hari.
Baca juga : PLN Berusaha Keras Mengatasi, Kelistrikan Jawa Bali Mengalami Gangguan
"Agar keandalan sistem listrik di Jawa bisa terus terjaga dan ditingkatkan," katanya.
Sehari sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta PLN segera menyelesaikan berbagai kendala teknis yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah daerah.
"Saya minta PLN segera melakukan langkah-langkah yang terukur dan komprehensif untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan sehingga tidak ada lagi pemadaman," ujar Bahlil di Purworejo, Jawa Tengah.
Ia juga membantah anggapan, pemadaman terjadi akibat kekurangan pasokan batu bara. Menurutnya, pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang memasok sekitar 180 juta hingga 190 juta ton batu bara kepada PLN setiap tahun. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kebutuhan PLN yang mencapai sekitar 154 juta ton per tahun.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan, pemadaman listrik telah mengganggu aktivitas dunia usaha.
Baca juga : Prabowo Ucapkan Ulang Tahun Ke-65 Ke Jokowi
Menurut Erwin, bagi industri yang beroperasi secara berkelanjutan, pemadaman listrik tidak hanya menghentikan proses produksi, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan bahan baku, produk setengah jadi, maupun peralatan produksi.
"Dunia usaha memandang persoalan ini cukup serius karena listrik merupakan infrastruktur dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas ekonomi," kata Erwin dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Pengamat Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik Tulus Abadi mengatakan, gangguan pasokan listrik dapat menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi yang sangat besar, bahkan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional hingga memicu krisis politik.
Ia menduga, gangguan listrik berkaitan dengan belum optimalnya pemenuhan pasokan batu bara untuk pembangkit. Tulus juga menyoroti masih rendahnya minat sebagian produsen memasok batu bara melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) karena harga yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan pasar ekspor.
"Kondisi seperti ini tidak boleh terus terjadi. Negara tidak boleh kalah atau menyerah terhadap oligarki batu bara," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.