BREAKING NEWS
 

ICE-OKX Bentuk Joint Venture untuk Jembatani Pasar Aset Tradisional & Digital

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 23 Juni 2026 22:36 WIB
Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX membentuk joint venture. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE), salah satu penyedia teknologi dan data pasar keuangan terkemuka yang menopang pasar modal global, dan OKX, salah satu perusahaan teknologi blockchain global yang melayani lebih dari 120 juta pelanggan di seluruh dunia, mengumumkan pembentukan joint venture yang berfokus pada pembangunan infrastruktur generasi baru untuk produk keuangan yang ditokenisasi dan produk yang lahir secara digital (digitally native).

Dengan tunduk pada persetujuan regulator, joint venture ini diperkirakan akan beroperasi sebagai broker-dealer dan futures commission merchant (FCM) yang terdaftar di Amerika Serikat, dengan tujuan memungkinkan pelanggan OKX di Amerika Serikat maupun di luar negeri untuk mengakses pasar berjangka ICE dan pasar ekuitas NYSE yang ditokenisasi. Joint venture dengan kepemilikan 50:50 ini juga akan mengeksplorasi peluang yang berdekatan untuk pasar berbasis blockchain yang patuh terhadap regulasi.

Baca juga : Menko Airlangga Bertemu PM Kazakhstan, Bahas Kemitraan Energi, Mineral & Digital

Joint venture ini akan dipimpin bersama (co-chaired) oleh ICE dan Gubernur Andrew M. Cuomo. Cuomo, yang menjabat sebagai Gubernur New York ke-56, Jaksa Agung Negara Bagian New York, dan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS, mulai bekerja sama dengan OKX pada tahun 2023.

Bangun Jembatan Antara Keuangan Tradisional dan Blockchain

Adsense

Pembentukan joint venture ini merupakan kelanjutan dari investasi strategis ICE pada OKX yang diumumkan pada Maret 2026. Dalam kesepakatan tersebut, ICE menanamkan investasi minoritas senilai sekitar 200 juta dolar AS pada OKX dengan valuasi sekitar 25 miliar dolar AS, sebagaimana dilaporkan sejumlah media keuangan, sekaligus membangun kerangka kolaborasi komersial — termasuk untuk distribusi ekuitas yang ditokenisasi melalui platform OKX.

Baca juga : PDC Kelola 7.000 Tenaga Kerja Alih Daya untuk Perkuat Operasional Migas

Sebelumnya pada tahun ini, kedua perusahaan juga telah menghadirkan produk kontrak berjangka abadi (perpetual futures) berbasis kripto untuk komoditas minyak bagi pengguna non-Amerika Serikat.

Menurut Cuomo, produk berjangka minyak kini tengah dikembangkan di bawah joint venture baru ini, dengan prioritas utama berupa perolehan lisensi futures commission merchant dan registrasi broker-dealer.

Baca juga : Kelas Pintar Dukung Kegiatan Berlajar Berbasis Digital Lewat AI

“Anda secara virtual dapat melangkah masuk melalui pintu depan New York Stock Exchange melalui ponsel pintar Anda, dan Anda dapat melakukannya tujuh hari seminggu dengan cara yang sebelumnya tidak pernah mungkin dilakukan,” kata Cuomo.

Ia menegaskan, fokus inisiatif ini pada teknologi blockchain dan teknologi keuangan. “Ini bukan tentang kripto. Ini tentang blockchain dan teknologi finansial, serta penerapan blockchain pada kelas aset lainnya,” ujarnya.

Joint venture ini bertujuan untuk:

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense