BREAKING NEWS
 

Sudah Diperhitungkan Matang

Stimulus Tak Ganggu Kesehatan APBN 2026

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 28 Juni 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kementerian Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp 26,34 triliun tidak akan mengganggu kesehatan fiskal maupun target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Stimulus tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tambahan belanja tersebut telah diperhitungkan secara matang, sehingga tidak mengubah postur fiskal yang telah ditetapkan Pemerintah.

“Stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Dipastikan fiskal kita tetap aman,” kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pemerintah mengalokasikan stimulus ekonomi semester II-2026 sebesar Rp 26,34 triliun yang terdiri atas insentif sektor transportasi Rp 2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp 6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp 18,04 triliun.

Menurut Airlangga, peluncuran paket stimulus tersebut tidak mengubah target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp 689,1 triliun. Hingga Mei 2026, defisit APBN tercatat Rp 180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan geopolitik global. Termasuk konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi, rantai pasok dan investasi.

Baca juga : Golkar Kalteng Ingin Lakukan Pelantikan Pengurus Serentak

“Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ucap Airlangga.

Menurut dia, kawasan Indo-Pasifik masih menjadi tujuan investasi yang menarik dengan pertumbuhan ekonomi ASEAN yang tetap berada di atas 4 persen.

Kondisi tersebut didukung stabilitas kawasan dan peran negara-negara mitra utama Indonesia, seperti China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru.

Menurut Airlangga, di tengah ketidakpastian global, berbagai kawasan ekonomi khusus di Indonesia juga menunjukkan kinerja positif dengan tingkat keterisian yang tinggi.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.

Adsense

“Kerja sama antara fiskal dan moneter ini sudah sangat baik. Karena kami juga secara temporer bertemu,” tuturnya.

Selain menjaga stabilitas domestik, Pemerintah memperluas akses pasar dan investasi melalui berbagai kerja sama ekonomi internasional, sekaligus memperkuat diversifikasi sumber energi dan bahan baku.

Baca juga : BSN Tawarkan 648 Properti Ke Investor & Mitra Strategis

Ketergantungan impor minyak Indonesia dari Timur Tengah kini sekitar 20 persen, sementara alternatif pasokan telah disiapkan dari berbagai negara, termasuk Afrika.

Di sektor pangan, Pemerintah mengantisipasi dampak El Nino melalui peningkatan produksi pertanian dan program pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air di daerah rawan kekeringan.

“Ekonomi Indonesia dasarnya solid. Usahanya kuat, jadi resilient. Makanya kami akan terus dorong agar bisa memakmurkan masyarakat,” ujar Airlangga.

Terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kondisi APBN tetap terjaga meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian.

Defisit APBN kita di lima bulan pertama 0,7 persen. Dengan angka yang sekarang, defisit APBN kita masih amat terjaga,” kata Purbaya.

Dia menjelaskan, penerimaan perpajakan tumbuh 22,1 persen selama lima bulan pertama 2026 sebagai hasil reformasi perpajakan dan penguatan tata kelola di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Kami lakukan reformasi di sektor perpajakan, reorganisasi di orang-orangnya juga. Kami kasih punishment untuk orang yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik di pajak,” ungkapnya.

Baca juga : Pemprov DKI Didorong Kebut Penataan Permukiman Kumuh

Purbaya menambahkan, penerimaan kepabeanan juga menunjukkan tren positif dan diperkirakan meningkat hingga akhir tahun.

“Bea Cukai juga sama, ada peningkatan yang cukup signifikan. Sekarang masih tumbuh 0,7 persen dibanding tahun lalu, tapi saya yakin sampai akhir tahun akan tumbuh lebih cepat lagi,” kata Purbaya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, stimulus Rp 26,34 triliun tepat waktu untuk menjaga daya beli masyarakat, di tengah perlambatan konsumsi domestik dan ketidakpastian ekonomi global.

“Kebijakan tersebut akan membantu menjaga konsumsi rumah tangga pada semester II-2026, meski dampaknya lebih besar sebagai penahan perlambatan ekonomi dibanding pendorong utama pertumbuhan,” kata Josua kepada Rakyat Merdeka, Jumat (26/6/2026). NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 28 Juni 2026 dengan judul "Sudah Diperhitungkan Matang Stimulus Tak Ganggu Kesehatan APBN 2026"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense