BREAKING NEWS
 

Iperindo Dukung Penerapan B50 Industri Perkapalan & Sosialisasi Diperluas

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 2 Juli 2026 19:09 WIB
Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami. (Foto: Dok. Iperindo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mendukung pemerintah dalam memperluas sosialisasi penerapan bahan bakar biodiesel B50 kepada pelaku industri perkapalan secara bertahap.

Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan, langkah tersebut diperlukan agar galangan kapal, pemilik kapal, produsen mesin, hingga penyedia suku cadang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian teknis tanpa mengganggu keselamatan operasional maupun daya saing industri nasional.

Iperindo menegaskan siap mendukung kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan B50.

Baca juga : Kemenperin Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana

"Penerapan B50 merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri," kata Anita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut Anita, penggunaan B50 merupakan bagian dari upaya mewujudkan transisi energi menuju sektor transportasi dan industri yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.

Adsense

Ia menambahkan, implementasi B50 di sektor perkapalan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan sektor transportasi darat. Kapal memiliki sistem mesin, pola operasi, dan kebutuhan keandalan yang sangat tinggi sehingga penerapan B50 memerlukan perhatian khusus.

Baca juga : Maybank Dukung Pelaku Industri Percepat Transisi Hadirkan Ekonomi Rendah Karbon

Anita menjelaskan, tidak semua mesin kapal yang saat ini beroperasi dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan kandungan biodiesel hingga 50 persen.

Karena itu, diperlukan berbagai penyesuaian teknis agar operasional kapal tetap aman, andal, selamat, dan efisien. Penyesuaian tersebut, lanjutnya, akan meningkatkan biaya operasional yang harus ditanggung industri galangan kapal maupun pemilik kapal.

Selain biaya perawatan, penggunaan B50 juga berpotensi mempercepat umur pakai sejumlah komponen pada sistem bahan bakar sehingga interval penggantian suku cadang menjadi lebih singkat dibandingkan penggunaan solar konvensional.

Baca juga : Beniyanto Tamoreka Dukung Pengembangan E20, Perkuat Ketahanan Energi

Atas dasar itu, Iperindo mengusulkan agar penerapan B50 di sektor perkapalan dilakukan secara bertahap.

"Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan kepada pelaku industri galangan kapal dan adanya kompensasi harga bahan bakar bagi industri perkapalan untuk membantu menutup tambahan biaya perawatan, percepatan penggantian suku cadang, serta berbagai penyesuaian teknis yang diperlukan," ujarnya.

Menurut Anita, dukungan tersebut penting untuk menjaga daya saing industri perkapalan nasional di tengah proses transformasi menuju energi yang mandiri dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense