Dark/Light Mode

Kemenperin Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana

Kamis, 2 Juli 2026 18:47 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat pemulihan industri kecil (IK) yang terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui program Restart Industri Kecil (Restart IK) guna membantu pelaku usaha kembali berproduksi sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan percepatan pemulihan industri kecil merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan pemerintah.

"Kami telah menerbitkan Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pemulihan Industri Kecil Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Instruksi tersebut menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Kementerian Perindustrian untuk bergerak cepat mengupayakan pemulihan pelaku industri kecil yang terdampak sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas usahanya," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui kebijakan itu, Kemenperin menginstruksikan seluruh unit kerja untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan guna memastikan program pemulihan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan pelaku industri kecil di masing-masing daerah.

Selain itu, dilakukan pemetaan kebutuhan dan potensi industri kecil agar dapat terhubung dengan industri skala besar melalui pola kemitraan usaha.

"Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan program ini. Pemerintah daerah merupakan pihak yang paling memahami kondisi pelaku industri kecil di wilayahnya sehingga kami mendorong penyampaian data yang akurat agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Agus.

Baca juga : Kemenperin: Hampir Seluruh Subsektor Industri Masih Ekspansi Pada Juni 2026

Berdasarkan pendataan hingga April 2026, terdapat 3.020 pelaku industri kecil yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah pelaku industri kecil terdampak terbesar, yakni 2.148 unit usaha atau sekitar 71 persen dari total keseluruhan. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 649 unit usaha terdampak dan Sumatera Utara sebanyak 223 unit usaha.

Dilihat dari sektor usahanya, industri kecil di sektor pangan menjadi yang paling terdampak dengan 1.321 unit usaha. Selanjutnya sektor kimia, sandang, dan kerajinan sebanyak 876 unit usaha, sektor furnitur dan bahan bangunan 412 unit usaha, sektor logam, mesin, elektronika, dan alat angkut 374 unit usaha, serta sektor industri aneka sebanyak 11 unit usaha.

Untuk mempercepat pemulihan, Kemenperin menyiapkan berbagai bentuk fasilitasi, mulai dari bantuan mesin dan peralatan produksi, pemulihan dan perluasan akses pasar, fasilitasi pembiayaan melalui lembaga keuangan, hingga pendampingan peningkatan mutu produk melalui bimbingan teknis dan sertifikasi.

Dua Pendekatan Pemulihan

Agus menjelaskan program Restart IK akan dijalankan melalui dua pendekatan.

Pendekatan pertama berbasis unit usaha yang menyasar langsung pelaku industri kecil yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) binaan Dinas Perindustrian.

Baca juga : Kemenkop dan Dekranas Optimalkan Potensi Gula Kelapa Kebumen

Sementara pendekatan kedua berbasis Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai rumah produksi bersama bagi pelaku usaha di wilayah terdampak.

"Pendekatan tersebut dirancang agar industri kecil yang usahanya tidak lagi dapat beroperasi memperoleh alternatif solusi untuk kembali berproduksi. Di sisi lain, industri kecil yang masih berjalan akan diperkuat melalui dukungan akses pasar sehingga mampu menggerakkan kembali roda ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat," katanya.

Program tersebut juga mengacu pada Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana hingga 2028.

Saat ini, Kemenperin juga mengajukan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan guna mendukung pelaksanaan program pemulihan tersebut.

"Kami berharap dukungan anggaran dapat segera terealisasi sehingga seluruh program pemulihan dapat dilaksanakan secara optimal. Dengan demikian, pelaku industri kecil dapat segera bangkit, kembali berproduksi, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," ujar Agus.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan implementasi tahap awal Restart IK akan disesuaikan dengan pendekatan yang diterapkan di masing-masing daerah.

Melalui pendekatan berbasis unit usaha, pelaku industri kecil akan memperoleh bantuan mesin dan peralatan produksi, fasilitasi bahan baku, akses pasar, pembiayaan, sertifikasi halal, desain kemasan, hingga pendampingan sesuai kebutuhan.

Baca juga : GAIKINDO: Kemenperin Terus Perkuat Daya Saing Industri Otomotif RI

Selain itu, Kemenperin juga terus menjajaki kerja sama dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memperluas cakupan pemulihan.

"Kolaborasi yang telah terbangun menjadi modal penting dalam mempercepat kebangkitan industri kecil di wilayah terdampak. Kami optimistis, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, pelaku industri kecil di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat segera bangkit, meningkatkan produktivitas, serta kembali menjadi penggerak ekonomi daerah," kata Reni.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.