RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI telah menyelesaikan program penguatan layanan digital. Bank pelat merah ini menargetkan masuk listrik Top 5 Global Islamic Bank dengan aset hingga Rp 1.000 triliun pada tahun 2030.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, saat ini BSI berdampingan dengan bank besar alias Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan sudah masuk lima besar bank di Indonesia, sehingga ekspektasi nasabah terkait layanan dan sistem, harus sama dengan bank besar.
“Peningkatan sistem ini bukan sekadar perbaikan atas gangguan teknis semata, melainkan berupaya menyediakan layanan dan kapabilitas yang setara (dengan Himbara),” katanya dalam acara Forum Ngopi Bersama Media: Penguatan Sistem IT (Information Technology) untuk BSI Modern dan Reliable, di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Anggoro menjelaskan, transformasi ini merupakan bagian dari agenda strategis BSI selama satu tahun terakhir yang dijalankan dengan dukungan dan supervisi aktif Danantara, sehingga perseroan siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Baca juga : 11 Rusun Baru Bakal Dibangun Di Jakarta
Dia menyebut pengembangan dan peningkatan sistem teknologi informasi dalam kurun waktu empat tahun, yakni dari 20232026, menggunakan anggaran belanja modal (Capital Expenditure/Capex) yang sejak awal dianggarkan sekitar Rp 70 triliun.
“Dana tersebut menjadi pendorong utama modernisasi sistem inti perbankan (core banking system), guna mendukung target pertumbuhan bisnis jangka panjang,” tegasnya.
Kini, BSI memiliki 24 juta nasabah dengan total aset mencapai Rp 456 triliun. Ke depannya, emiten berkode saham BRIS ini menargetkan akan memiliki aset senilai Rp 1.000 triliun, dengan jumlah nasabah hingga 40 juta nasabah.
“Serta menempati posisi sebagai lima besar bank syariah terbesar di dunia pada 2030,” tegas Anggoro.
Baca juga : Ronaldo Kehilangan Taji, Ramos Jadi Penyelamat
BSI juga memiliki izin usaha baru sejak Februari 2025 yang memungkinkan pengembangan produk baru, seperti tabungan emas dan pembiayaan emas.
“Produk ini mencatat pertumbuhan sangat tinggi, dengan jumlah rekening tabungan emas mencapai 1,1 juta per Mei 2026. Semua perkembangan ini butuh sistem yang kuat untuk menopangnya,” kata Anggoro.
Proses Migrasi Bertahap
Sebagai informasi, BSI telah merampungkan migrasi sistem core banking ke versi terbaru, R24 dari versi sebelumnya, R10 pada pertengahan Mei 2026.
Proyek ini menjadi salah satu transformasi teknologi terbesar BSI dengan melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi.
Baca juga : Spanyol Nyaris Sempurna
Anggoro mengibaratkan, peningkatan sistem inti ini diibaratkan Anggoro seperti melakukan operasi transplantasi jantung, yang membutuhkan persiapan sangat matang guna meminimalkan risiko.
Proses persiapan dilakukan selama lebih dari satu tahun melalui tiga tahap utama. Pertama, membangun kepercayaan diri dan kemampuan tim internal melalui perbaikan bertahap.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.