Sebelumnya
Kedua, melakukan uji coba secara berulang. Dan ketiga, menjaga komunikasi dan keterbukaan kepada pemangku kepentingan.
BSI telah melaporkan rencana ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menyampaikan informasi kepada nasabah mengenai jadwal pemindahan sistem yang membutuhkan waktu istirahat layanan selama 3-6 jam pada dini hari.
Seluruh proses dilakukan secara bertahap melalui berbagai rehearsal, dengan pengawasan OJK dan Danantara untuk memastikan implementasi berjalan aman, terkendali, dan transparan.
“Saat ini availability all channell BSI 99,99 persen sehingga transaksi melalui channel digital dan cabang berlangsung lancar,” ungkapnya.
Baca juga : 11 Rusun Baru Bakal Dibangun Di Jakarta
Tak hanya itu, ruang untuk menumbuhkan nasabah, inovasi untuk fitur baru di Byond sangat luas karena kapasitas terpakai masih di bawah 10 persen.
“Nasabah akan merasakan manfaat dari kekuatan dan kecepatan IT BSI yang baru,” janjinya.
Dalam mendukung pertumbuhan tersebut, BSI terus memperkuat layanan digital melalui Byond by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi/wholesale.
Tercatat per Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp 450 triliun. Sementara BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale.
Baca juga : Ronaldo Kehilangan Taji, Ramos Jadi Penyelamat
Transformasi teknologi dan ekspansi bisnis tersebut tercermin pada kinerja keuangan BSI yang tetap solid. Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp 3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Total aset BSI saat ini mencapai Rp 444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 372 triliun, dan pembiayaan sebesar Rp 335 triliun dengan kualitas terjaga.
Sementara, Direktur Information Technology (IT) BSI Muharto Hadi Suprapto menjelaskan, pemutakhiran sistem IT ini dikembangkan berdasarkan arsitektur teknologi yang dirancang sejak 2010. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan efisiensi, keamanan, dan kesesuaian dengan standar industri.
“Sistem ini telah terbukti andal dan digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk di perbankan terbesar di Arab Saudi,” jelas Muharto.
Baca juga : Spanyol Nyaris Sempurna
Selain pembaruan sistem dasar, BSI juga mulai menerapkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi kerja dan keamanan transaksi. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.