RM.id Rakyat Merdeka - D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 siap memperluas perdagangan dan investasi industri halal melalui kolaborasi pelaku usaha, investor, dan pembeli (buyer) dari berbagai negara. Pameran internasional tersebut akan berlangsung di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, pada 8–12 Juli 2026.
Ajang yang diselenggarakan PT Angan Kreasi Semesta (Skyconnection) itu mendapat dukungan Kementerian Luar Negeri, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. D-8 Halal Expo Indonesia 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian resmi D-8 Summit 2026.
Direktur Utama PT Angan Kreasi Semesta sekaligus penyelenggara D-8 Halal Expo Indonesia 2026, Aryo Wibisono, mengatakan seluruh persiapan pameran telah memasuki tahap akhir.
"Seluruh persiapan telah berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan bersama seluruh mitra," ujar Aryo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Baca juga : Perkuat Hilirisasi Dan Industrialisasi Nasional
Menurut Aryo, D-8 Halal Expo Indonesia tidak hanya menjadi ajang pameran produk halal, tetapi juga sarana memperluas perdagangan, investasi, serta jejaring bisnis industri halal Indonesia di pasar internasional.
Ia mengatakan antusiasme peserta terus meningkat menjelang pembukaan. Sejumlah negara, seperti Pakistan, Iran, Bangladesh, Malaysia, Turkiye, Sri Lanka, Palestina, dan Nigeria telah mengonfirmasi keikutsertaannya.
Panitia juga mengundang buyer potensial dari berbagai negara untuk mendorong terjadinya transaksi bisnis, membuka peluang ekspor, sekaligus memperkuat kerja sama investasi.
"Kami optimistis memperluas perdagangan, investasi, dan diplomasi ekonomi halal melalui expo ini," katanya.
Baca juga : BKSAP DPR Ajak Negara OKI Perkuat Kerja Sama Sumbe Daya Air Dan Industri Halal
Aryo menilai Indonesia memiliki peluang besar memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan industri halal dunia. Momentum tersebut didukung oleh posisi Indonesia sebagai Ketua Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 periode 2026–2027.
Sejak pertama kali digelar pada 2018, Halal Expo Indonesia terus menunjukkan perkembangan dengan meningkatnya jumlah peserta, buyer, dan pengunjung internasional setiap tahun.
Perkembangan tersebut memperkuat posisi Halal Expo Indonesia sebagai salah satu pameran industri halal terbesar di Asia sekaligus membuka akses pasar global bagi pelaku usaha dan produk halal Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan empat agenda utama, yakni Exhibition, Business Matching, D-8 HEI Talk, dan D-8 HEI Cultural Festival. Seluruh kegiatan dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem industri halal global.
Baca juga : Suguhkan Rendang Dan Ikan Cod Panggang Pada Resepsi Hari Nasional
Selain pameran, D-8 HEI Talk akan menghadirkan lebih dari 15 sesi diskusi yang membahas ekonomi syariah, industri halal, pariwisata halal, hingga kewirausahaan dengan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.
Aryo mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengunjungi pameran, menikmati festival budaya dan kuliner halal dari berbagai negara, serta mengikuti forum diskusi yang dapat diakses secara gratis setelah melakukan registrasi.
"Masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian acara secara gratis melalui registrasi," ujarnya.
D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang beranggotakan Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turkiye, dan Azerbaijan. Organisasi tersebut mewakili lebih dari 1,3 miliar penduduk dengan total produk domestik bruto lebih dari 5 triliun dolar AS, sehingga menjadi pasar strategis bagi pengembangan industri halal global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.