Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi Vale Indonesia & ITB Perkuat Literasi Pertambangan Berkelanjutan
Selasa, 23 Juni 2026 14:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Vale Indonesia Tbk. bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Sustainability Mining for the Future: Technical Excellence, Innovation, and Good Mining Practices" di kampus ITB Bandung, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi pertambangan berkelanjutan dari perspektif teknis, inovasi, dan penerapan Good Mining Practices (GMP).
Industri pertambangan terus memegang peran strategis sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional Indonesia.
Pada tahun 2025, sektor ini memberikan kontribusi sekitar 8,5 persen hingga 9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor Mineral dan Batubara yang menembus Rp130,2 triliun (Sumber: Kementerian ESDM).
Selain menyerap ratusan ribu tenaga kerja secara langsung, sektor pertambangan memiliki posisi krusial dalam menyediakan mineral kritis guna mendukung percepatan transisi energi yang berkelanjutan.
Namun demikian, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari emisi karbon, dampak sosial terhadap masyarakat sekitar wilayah tambang, hingga pengelolaan lingkungan pascatambang.
Baca juga : Pacific Paint Perkuat Loyalitas Pelanggan Lewat Promo HEBAT Slank
Kompleksitas isu tersebut menuntut penguatan inovasi teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta implementasi Good Mining Practices yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di bidang rekayasa dan teknologi, Institut Teknologi Bandung memiliki peran strategis dalam mempersiapkan talenta muda yang mampu menjawab tantangan industri pertambangan masa depan.
Melalui keterlibatan mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan industri, forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat sinergi antara inovasi teknis dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Prof. Irwan Meilano. Ia menegaskan, pentingnya peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap aspek keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Irwan menambahkan, kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan mahasiswa menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pertambangan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.
Koordinator Konservasi Mineral, Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Ari Hendarwanto menekankan bahwa penerapan Good Mining Practices harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan sumber daya mineral di Indonesia.
Baca juga : Ancol Resmikan Gerbang Ancol–JIS, Perkuat Integrasi Destinasi Jakarta Utara
Ia menjelaskan, bahwa konservasi mineral tidak hanya berfokus pada efisiensi pemanfaatan sumber daya, tetapi juga mencakup optimalisasi nilai tambah, pengurangan dampak lingkungan, serta penguatan tata kelola pertambangan yang berkelanjutan.
Sesi talkshow dimoderatori Dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB Sendy Dwiki dan menghadirkan narasumber: • M. Slamet Sugiharto, Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk. M. Slamet, Dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB Ahmad Ihsan dan Duta Minerba Goes to Site PT Vale Indonesia 2025 Steven Hosea Manurung.
Dalam diskusi, para narasumber menekankan bahwa keberlanjutan sektor pertambangan tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga oleh kemampuan industri dalam mengintegrasikan inovasi, teknologi, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Slamet Sugiharto menyampaikan, bahwa praktik pertambangan berkelanjutan harus dibangun melalui pendekatan jangka panjang yang mengedepankan keseimbangan antara kinerja operasional, perlindungan lingkungan, dan penciptaan nilai bagi masyarakat.
“Keunggulan teknis dan inovasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Masa depan pertambangan Indonesia bergantung pada kemampuan kita dalam menerapkan Good Mining Practices secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Slamet.
Dari perspektif akademik, Ahmad Ihsan menekankan, pentingnya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk mempercepat pengembangan teknologi pertambangan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Baca juga : Purbaya: Harga Pertamax Bisa Turun
Menurutnya, penguasaan teknologi digital, kecerdasan buatan, sistem ventilasi, dan keselamatan tambang akan menjadi kompetensi penting bagi generasi insinyur pertambangan masa depan.
Sementara itu, Steven Hosea Manurung membagikan pengalamannya mengikuti program Duta Minerba Goes to Site PT Vale Indonesia 2025.
Menurut Steven, pengalaman lapangan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi Good Mining Practices dan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong transformasi industri pertambangan.
Melalui forum ini, Vale Indonesia dan ITB berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang unggul secara teknis, inovatif, dan memiliki komitmen kuat terhadap praktik pertambangan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pertambangan Indonesia yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya