BREAKING NEWS
 

Cadangan Devisa RI Naik Lagi! Kini Tembus Rp 2.619 T

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 7 Juli 2026 13:45 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS atau Rp 2.619 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS atau Rp 2.607 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca juga : Menteri PKP Apresiasi Danantara, Realisasi KUR Perumahan Tembus Rp19,24 Triliun

"Perkembangan posisi cadangan devisa Juni 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Adsense

Ramdan menjelaskan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai itu juga berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar tiga bulan impor.

Baca juga : Gadai Emas BSI Tumbuh 100 Persen, Tembus Rp 13 Triliun

Menurut BI, kondisi tersebut mencerminkan cadangan devisa yang tetap memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Bank Indonesia juga meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap terjaga ke depan. Optimisme tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang kuat serta prospek masuknya aliran modal asing seiring persepsi positif investor terhadap perekonomian nasional dan imbal hasil investasi di Indonesia yang dinilai tetap menarik.

Baca juga : Harga Minyak Naik Lagi setelah Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Selain itu, BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan sektor eksternal guna menopang stabilitas perekonomian nasional.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Ramdan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense