RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,44 persen ke level Rp 18.070 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/7/2026), dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level Rp 17.990 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS bervariasi. Yuan China menguat 0,13 persen, dolar Singapura naik 0,06 persen, sementara yen Jepang melemah 0,09 persen, won Korea Selatan turun 0,09 persen, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,01 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,02 persen ke level 100,77.
Baca juga : Rupiah Naik Tipis Ke Level Rp 17.992 Pagi Ini
Terhadap mata uang lainnya, rupiah menguat 0,57 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 24.206, menguat 0,55 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.526, serta relatif stagnan terhadap euro di level Rp 20.019.
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah turut dipengaruhi oleh defisit APBN hingga Semester I-2026 yang mencapai Rp 196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Hingga pertengahan tahun, realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp 1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp 1.656 triliun.
Realisasi defisit tersebut meningkat dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar Rp 180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap PDB.
Baca juga : Senin Pagi, Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.997
Meski demikian, secara tahunan defisit APBN Semester I-2026 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 0,84 persen terhadap PDB.
“Posisi ini sudah menjadi sinyal peringatan dini atas meningkatnya tekanan terhadap APBN, terutama jika dilihat dari dinamika yang berkembang di awal tahun,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis (9/7/2026).
Menurut Ibrahim, dalam struktur APBN saat ini, pelemahan nilai tukar rupiah lebih cepat mendorong kenaikan belanja negara dibandingkan peningkatan penerimaan. Kondisi tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Ke Level Rp 17.945
Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di kisaran Rp 18.010 hingga Rp 18.060 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.